Humaniora

 

EPISODE 11 tafsir Al-Mishbah menerangkan ayat 22-24, penutup surah Al-Hasyr (pengusiran) yang menyikap tabir tentang nama-nama indah Allah. Sepanjang surah Al-Hasyr berulang disebut nama Allah atau pengganti nama-Nya dan sifat Allah. Keagungan Allah dijelaskan melalui pengenalan tentang nama-nama-Nya. Makna asmaulhusna dijelaskan, Allah memperkenalkan diri-Nya dengan bahasa manusia, tetapi menegaskan tentang laisa kamitslihi syaiun atau tak ada yang seperti-Nya.

Allah menggambarkan diri-Nya dengan pengenalan yang begitu indah sehingga kita mendekat dan berusaha untuk mencintai-Nya. Ayat 22 ini berbunyi "Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang."

Allah ialah nama yang diberikan oleh-Nya, Dia yang menunjuk, 'Aku ialah Allah'.

Sejumlah ulama berkata arti ila ialah pencipta, tidak ada pencipta, kecuali Allah. Segalanya tercipta atas kuasa-Nya atau Dia memberi kuasa sehingga menjadi sebab perantara terciptanya sesuatu. Ada pula yang menafsirkan ila ialah yang disembah. Mereka berkata yang dimaksud tidak ada yang disembah dan berhak disembah, kecuali Allah. La ilaha illallah. Selain-Nya, tidak ada yang berhak untuk disembah.

Sifat nama Allah yang paling populer, Ar-rahman-Ar Rahim atau Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Rahman ialah yang memberi rahmat secara menyeluruh tetapi sementara, sedangkan rahim memberi rahmat khusus tetapi langgeng. Ada pula yang mengartikan Allah itu rahman; memberi rahmat pada seluruh makhluk, muslim, nonmuslim, kafir, binatang, tumbuhan. Namun, sifatnya sementara. Rahim artinya Allah yang memberi rahmat yang langgeng di akhirat kepada orang-orang yang taat kepada-Nya.

Ayat ke 23 berarti 'Dialah Allah tidak ada Tuhan selain Dia. Maharaja, yang Mahasuci, yang Mahasejahtera, yang menjaga keamanan, pemelihara keselamatan, yang Mahaperkasa, yang Mahakuasa, yang memiliki segala keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan’.

Tiada Tuhan kecuali Dia, pemilik segala sesuatu yang sebenarnya. Dia Mahasuci dari segala kekurangan dan terbebaskan dari segala sesuatu yang tidak pantas. Mahaperkasa, Mahasuci, dan Mahatinggi dari segala sesuatu yang mereka sekutukan.

Ayat ke-24 berarti 'Dialah Allah yang menciptakan, yang mengadakan, yang membentuk rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana’. Allah yang menciptakan segala sesuatu tanpa contoh sebelumnya, yang mewujudkannya dalam keadaan terbebas dari ketidakberaturan dan memberi bentuk sesuai dengan kehendak-Nya. Dia yang memiliki al-asma’ al-husna (nama-nama terbaik). Semua sifat Allah bisa kita contoh sesuai kemampuan kita sebagai makhluk.

Ayat ini diawali dengan tasbih dan diakhiri dengan kalimat tasbih pula. Mudah-mudahan kita dapat memahami, meneladan, dan mengamalkan sifat-sifat Allah sebagaimana tuntunan-Nya.