Humaniora

 

DI antara tema terpenting di dalam Alquran ialah keimanan, keadilan, dan amanah. Keadilan berada pada peringkat kedua yang menggambarkan amat pentingnya hal tersebut. “Keadilan menjadi impian umat manusia. Dalam sejarahnya manusia selalu ingin diperlakukan secara adil. Ajaran Islam juga menjelaskan untuk memperlakukan manusia dengan adil bahkan menjadi tema sentral di dalam Alquran dan hadis-hadis Nabi,” papar Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshidiqie pada webinar Ramadan Hybrid di Paramadina bertajuk Islam dan Keadilan, Selasa (20/4).

Jimly mengutarakan dalam Alquran tidak kurang 28 kali pernyataan Allah SWT tertuang tentang makna keadilan. “Justru tema keadilan ini paling sulit direalisasikan, paling tidak mudah, karena itu perbincangan terus-menerus tentang keadilan kita kaji terus, kita suarakan terus sambil mengevaluasi implementasi dan pelaksanaannya dalam keseharian kita, juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandas Jimly.

Dia menegaskan masalah keadilan sangat serius sehingga peradaban kemanusiaan di dalam sejarah pun tidak dapat melepaskan tema keadilan. Dalam konteks kehidupan bernegara tecermin dalam rumusan sila kedua Pancasila. “Sila pertama itu ketuhanan, sila keduanya kemanusiaan adil beradab, ada soal keadilan, ada soal keberadaban, peradaban bangsa, peradaban kemanusiaan. Kalau kita pelajari tema ini selalu berimpitan dengan soal keimanan, keyakinan kepada Tuhan, dan juga dengan soal keadilan. Runtuh dan berkembangnya peradaban ya karena hal ini, yakni ketuhanan, keadilan, dan keberadaban atau peradaban,” paparnya.

Ia mencontohkan dalam kegiatan bernegara jangan hanya legal-nonlegal, tidak melanggar hukum, tetapi roh keadilannya tidak ada. "Kalau Anda menegakkan hukum tidak hanya melihat peraturan perundang-undangan teks kata-kata, tetapi juga jiwanya. Bicara tentang keadilan itu rohnya. Maka saudara-saudara kalau kita bicara mengenai struktur keadilan di zaman sekarang, di lihat konkret, makin bebas kehidupan belum tentu makin baik, belum tentu makin adil,” papar Jimly.

 

Pemimpin

Lebih jauh Jimly menegaskan masalah keadilan terkait dengan fungsi kepemimpinan. Negara harus hadir, pemimpin harus ada karena keadilan. Dia menyebut hadis yang menyatakan terdapat tujuh golongan orang yang dapat jaminan perlindungan dari Allah SWT tatkala tidak ada perlindungan yang diharapkan kecuali dari Allah. Di antaranya pertama, pemimpin yang adil. Jadi pemimpin itu, mulai pemimpin diri sendiri sampai pemimpin negara. Tanggung jawab kita harus berbuat adil dan mengadilkan, bukan hanya adil individual, melainkan mengadilkan kehidupan bersama.

Masalah keadilan sangat serius dan sangat penting, termasuk sikap adil kepada semua orang, bahkan dalam Alquran surah Al-Maidah ayat 8 memerintahkan seseorang atau umat Islam bersikap adil kendati pada kelompok yang dibenci. “Janganlah kebencian kamu kepada suatu kaum menyebabkan kamu tidak berlaku adil. wahai orang-orang yang beriman jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah menjadi saksi dengan adil. Janganlah kebencian kamu kepada suatu kaum mendorong berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa."

Ia menegaskan ciri orang bertakwa kepada Allah bersikap adil kepada sesama, termasuk memperlakukan orang yang tidak disukai. “Itu sikap gentleman, kaum mukminin, orang yang beriman, orang yang bertakwa itu berbuat adil kepada sesama. Bahkan di dalam kepemimpinan dia harus memastikan struktur kehidupan bersama,” pungkas Jimly.