IBL Batal Digelar Bulan Ini

LIGA Bola Basket Indonesia (IBL) 2021 dipastikan tidak jadi digelar bulan ini. Rencana awal, kompetisi tersebut akan bergulir pada 15 Januari, tetapi dibatalkan karena melonjaknya kasus covid-19 dan pemerintah memutuskan untuk memberlakukan pembatasan sosial di Jawa-Bali.

“Sejak 6 Januari ada PSBB lagi, kita langsung koordinasi lagi. Pada akhirnya pada 7 Januari setelah melihat situasi yang berkembang IBL diminta pihak berwenang menunda. Kami pun mulai hari ini (kemarin) mengumumkan resmi menunda IBL 2021,” ujar Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah dalam jumpa pers virtual.

Pihak penyelenggara sebenarnya belum memutuskan kapan musim 2021 akan benarbenar bisa berlangsung. Junas mengatakan pihaknya akan menunggu dan melihat situasi terkini terkait pandemi di Tanah Air.

“Kapan dimulainya? Tentu kita akan melihat situasi yang berkembang. Secara teknis kita sudah siap. Estimasi mungkin Maret yang seharusnya merupakan fase kedua musim 2021 jika tak ada penundaan,” lanjut Junas. 

IBL sebelumnya telah mendapat rekomendasi untuk menggulirkan liga pada Januari ini. Protokol kesehatan yang disiapkan juga sudah dievaluasi berkali-kali baik dari pemerintah daerah ataupun departemen kesehatan hingga akhirnya disetujui. Sebagai bentuk keseriusan, pada Agustus 2020, IBL sudah menggelar simulasi penerapan protokol kesehatan.

“Kami sudah berkali-kali meyakinkan apa yang telah diupayakan mengenai protokol dan sistem bubble (karantina). Itu kami yakinkan ke banyak pihak dan pada waktu itu alhamdulillah bisa tetap berjalan, tetapi kali ini belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan, ya kita harus taati,” ujar Junas.

Jika memungkinkan digelar pada Maret, Junas menyatakan kompetisi akan tetap menggunakan sistem karantina. Arena penyelenggaraannya pun masih sesuai rencana, yakni di Mahaka Square Arena, Jakarta.

Dari pemain, keputusan untuk menunda musim baru rupanya mendapat dukungan. “Ini bisa dimengerti karena kasus melonjak. Dari sisi pemain, ini keputusan yang bijak, kita akan dukung semua keputusan. Kita harus siap main kapan saja,” kata Rizky Effendi yang menjadi perwakilan para pemain. (Dro/Ant/R-3)