Indonesia kian Berpengaruh di Indo-Pasifik

 

INDONESIA mulai mencuri perhatian dunia internasional, khususnya terkait dengan posisi di kawasan Indo-Pasifik. Indonesia dianggap sebagai negara berpengaruh.

“Kita tahu Indonesia menjadi salah satu kunci Indo-Pasifik dan ke depan ialah eranya Indo-Pasifik,” kata Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong-Royong (MKGR) IX di Jakarta, kemarin.

Penilaian Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian itu tidak lepas dari pendekatan negara lain. Salah satunya Amerika Serikat (AS). Bahkan, ‘Negeri Paman Sam’ itu mengutus langsung Menteri Luar Negeri Mike Pompeo. “(Kedatangan Pompeo) ini ialah (bukti) balance di Indo-Pasifik,” ungkap dia.

Mantan Menteri Perindustrian itu menyebut Indonesia memiliki pengaruh besar di ASEAN sehingga berpengaruh juga pada pandangan terkait Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.

“Selama ini balance Indo-Pasifik didukung ASEAN,” ujar Airlangga.

Airlangga juga meyinggung pentingnya Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang dinilainya strategis guna memulihkan perekonomian nasional melalui perbaikan ekosistem investasi dan daya saing Indonesia. Hal itu khususnya dalam menghadapi ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global.

Menurut Airlangga, dengan dukungan penuh Partai Golkar, baik di pemerintahan maupun di legislatif pada proses pengesahan UU Cipta Kerja, menunjukkan bukti Partai Golkar memiliki kesungguhan dan keseriusan dalam upaya membantu pemerintah dalam melaksanakan transformasi bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP Ormas MKGR Roem Kono menyampaikan apresiasi terhadap UU Cipta Kerja. “Kita berharap kehadiran UU ini selain mampu mening- katkan pertumbuhan ekonomi, juga dapat menciptakan pemerataan pembangunan demi mencapai kesejahteraan rakyat Indonesia.”

Roem Kono yang baru saja dilantik sebagai Duta Besar RI untuk Bosnia dan Herzegovina dalam sambutannya juga mengungkapkan peran MKGR dalam memperkuat Partai Golkar. Disebutnya, kader MKGR yang menjadi anggota DPR RI sebanyak 28 orang serta 1.602 orang menduduki posisi anggota DPRD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

“Bila dikonversi menjadi suara, sumbangsih ormas MKGR terhadap perolehan suara Partai Golkar di Pemilu 2019 tercatat lebih dari 3 juta suara,” tandasnya. (Medcom.id/Ant/P-2)