Iran hanya Ingin Amerika Cabut Sanksi Secepatnya

 

IRAN tidak ingin terburu-buru melihat Amerika Serikat kembali ke kesepakatan nuklir pada 2015 dengan negara-negara besar setelah Joe Biden menjabat sebagai presiden bulan ini.

Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, Jumat (8/1), itu bukan masalah tentang Amerika Serikat kembali atau tidak. Masalahnya ada pada pencabutan sanksi sepihaknya terhadap Iran.

"Kami tidak terburu-buru dan tidak mendesak mereka untuk kembali. Permintaan kami, yang logis dan rasional, yaitu pencabutan sanksi," tegasnya. Sanksi tersebut diberlakukan kembali oleh Presiden AS Donald Trump setelah keluar dari kesepakatan pada 2018.

"Kami berbicara tentang hak yang telah dicuri dari bangsa Iran," kata Khamenei dalam pidato yang disiarkan televisi. "Jika sanksi dicabut, kembalinya Amerika itu masuk akal."

Sejak 2019, Iran secara bertahap menangguhkan implementasi sebagian besar kewajiban utamanya berdasarkan kesepakatan nuklir, yang menetapkan batasan ketat pada kegiatannya sebagai imbalan pencabutan sanksi.

Pihak lain dalam perjanjian itu, terutama Inggris, Prancis, dan Jerman, telah menekan Iran untuk kembali ke komitmennya dalam upaya menyelamatkan kesepakatan itu. Akan tetapi Iran telah berulang kali menuntut agar Amerika Serikat terlebih dahulu mencabut sanksi yang melumpuhkannya.

"Ketika pihak lain secara praktis tidak memenuhi kewajibannya, tidak logis bagi republik Islam untuk menghormati semua komitmennya," kata Khamenei. "Jika mereka kembali ke komitmen mereka, kami akan kembali ke komitmen kami." (AFP/OL-14)