Jaga Lingkungan meski sedang Berperang

 

TAFSIR Al Mishbah kali ini dibuka dengan perintah Allah SWT untuk menjaga lingkungan meskipun dalam situasi perang, seperti yang tertulis dalam surah Al-Hasyr ayat 5.

Di masa peperangan, dalam upaya memblokade benteng dari kaum Yahudi, ada seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang menebang satu pohon kurma. Hal itu pun dipertanyakan kaum Yahudi.

"Bukankah Nabi Muhammad dan umatnya datang untuk melakukan perbaikan? Lantas mengapa kamu menebang pohon kurma?"

Lalu, Allah menjawabnya dalam surah Al-Hasyr ayat 5 yang berbunyi, "Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (semua itu) adalah dengan izin Allah, dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik."

Dalam ayat ini, Allah menegaskan penebangan satu pohon kurma tersebut dilakukan atas izin Allah dan demi kemaslahatan bersama. Selain itu, tidak boleh ada perusakan lingkungan walaupun dalam keadaan perang sekalipun.

Izin Allah itu juga berlaku dalam hal pembagian harta dalam peperangan sebagaimana dinyatakan dalam surah Al-Hasyr ayat 6. "Apa saja harta rampasan yang diberikan Allah kepada rasul-Nya, maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kuda pun dan (tidak pula) seekor unta pun. Tetapi Allah yang memberikan kekuasaan kepada rasul-Nya terhadap siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."

Ayat tersebut menyampaikan bahwa harta yang didapatkan saat peperangan hanya Allah, dan sesuai dengan kehendak-Nya harus diberikan kepada Rasulullah. Ayat selanjutnya kemudian memperjelas makna dari ayat sebelumnya.

"Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota, maka adalah untuk Allah, rasul, kerabat rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu."

Allah mengatakan, apa yang diberikan rasulullah kepada umatnya, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya, maka tinggalkanlah. "Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya," demikian bunyi ayat 7.

Dari ayat ini ditegaskan bahwa Allah SWT menginginkan harta benda yang ada di bumi harus beredar di semua level masyarakat. Pasalnya, sejak zaman jahiliah hingga saat ini, 90% harta kekayaan yang ada di dunia hanya dimiliki segelintir orang, dan Allah tidak menyukai itu. (Ata/H-2)