Jaksel Menjadi Prioritas

 

KOTA Jakarta Selatan mendapat perhatian lebih dalam antisipasi banjir karena kondisi geografis wilayahnya yang rendah. Setiap tahunnya di musim hujan sebagian besar wilayahnya banjir dan terendam air.

"Namun, kita semua terus berupaya semaksimal mungkin dengan sumber daya manusia dan lainnya kita berupaya untuk melakukan kerja-kerja dalam penanganan banjir," ucap Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Jakarta, kemarin.

Oleh karena itu, Pemprov DKI melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), menambah sarana pendukung untuk menghadapi musim hujan. Tidak hanya untuk Jakarta Selatan, tetapi juga semua wilayah Kota DKI Jakarta.

Sarana pendukung tersebut ialah 29 perahu jeriken, 29 ring buoy, 58 dayung, 65 ban dalam truk, 13 rompi, dan 13 topi. Kemudian ada juga 333 buku pedoman untuk organisasi perangkat desa (OPD), 33.060 buku panduan untuk masyarakat, dan 21.000 masker kain.

Riza juga mengungkapkan, jelang musim hujan seluruh jajarannya sedang berusaha keras melakukan upaya-upaya antisipatif, seperti pengerukan saluran-saluran air.

"Kita tidak akan berhenti. Kita akan terus melaksanakan berbagai kegiatan, di antaranya yang bisa kita lakukan melakukan pengerukan kali, sungai, waduk, situ, embung, membersihkan selokan di lingkungan kita semua agar tidak jadi penyumbat aliran air," tegasnya.

Pihaknya juga mengingatkan agar penanganan banjir, khususnya kepada para pengungsi, nantinya harus mengikuti protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19. Hal lain yang tidak kalah penting ialah perlu diadakan simulasi penanganan banjir yang dilakukan secara intensif di masyarakat.

"Jadi, kita harus biasakan simulasi. Di Jepang itu anak-anak sejak usia TK sudah biasa disimulasikan adanya potensi gempa. Jadi, masyarakat Jepang itu sejak kecil sampai usia lansia sudah siap. Warga Jakarta juga pernah ikut merasakan simulasi. Jadi, ketika banjir kita semua sudah siap. Saya kira itu," ujarnya.

Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mengungkapkan kesiapan wilayahnya menghadapi banjir.

Marullah menambahkan, pihaknya sudah melakukan penanganan, antara lain pengerukan Kali Krukut, Kali Mampang, Kali Sekretaris. Kemudian, pengeringan waduk dan embung-embung serta penanganan genangan di Jalan Gatot Subroto sampai perempatan Kuningan.

"Dan menangani genangan jalur lambat depan kampus Atmajaya, di antaranya jalur lambat di depan kantor Kementerian PAN-Rebiro serta pembersihan tali air," ujar Marullah.

Sementara itu, BPBD DKI Jakarta kemarin melaporkan empat rukun tetangga (RT) di Ibu Kota terendam banjir. Penyebabnya ialah rob.

Meski demikian, belum ada pos pengungsian dan pengungsi di titik-titik yang tergenang tersebut. Tiga RT yang terendam terdapat di Jakarta Utara, yakni dua RT di Kelurahan Marunda dan satu di Kelurahan Muara Kapuk. Satu RT ada di Jakarta Barat, yaitu Kelurahan Kapuk. (Hld/Ssr/J-1)