Jokowi Siap Divaksin Pertama

 

TENAGA medis merupakan pihak pertama yang akan menerima suntikan vaksin covid-19, disusul TNI dan Polri. Kemudian aparatur sipil negara (ASN) untuk pelayanan publik dan tenaga pengajar, lalu ke masyarakat luas.

Namun, Presiden Joko Widodo menyatakan siap untuk menjadi orang yang menerima suntikan vaksin covid-19 pertama di Indonesia.

“Kalau ada yang bertanya, Presiden nanti divaksin di depan atau belakang? Kalau oleh tim saya diminta paling depan, saya siap,” ujar Presiden saat meninjau simulasi vaksinasi di Puskesmas Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Puskesmas Tanah Sareal akan menggelar simulasi vaksinasi. Kehadiran Jokowi untuk mengetahui kesiapan pihak-pihak terkait sehingga ketika vaksin telah siap, proses penyuntikan bisa segera dilaksanakan.

Upaya tersebut juga dilakukan sebagai ajang sosialisasi kepada masyarakat.

Sumber: Kemenkes/Badan POM/Tim Riset MI-NRC

 

“Kita terus sosialisasi, pemberitahuan, supaya nanti yang ikut vaksin itu sebanyak-banyaknya, baik yang ikut vaksinasi lewat program maupun mandiri,” tambahnya.

Kendati sudah melakukan simulasi, lanjut Jokowi, proses vaksinasi yang sebenarnya belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Vaksin Sinovac memang direncanakan tiba di Indonesia pada akhir November. Namun, itu bisa meleset, jadi masuk di Desember.

Setelah vaksin tiba di Tanah Air pun, menurut Kepala Negara, tidak akan langsung disuntikkan. Masih ada tahapan-tahapan yang harus dilalui, seperti pemberian izin emergency use authorization oleh BPOM yang memerlukan waktu sampai tiga pekan. Setelah itu, vaksin juga masih harus didistribusikan ke seluruh wilayah di Tanah Air.

“Ini yang tidak mudah. Mendistribusikan vaksin itu tidak mudah. Ini tidak seperti barang-barang lain. Ini memerlukan cold chain, tingkat kedinginan dengan derajat tertentu. Setiap vaksin dari produk yang berbeda juga memerlukan model distribusi berbeda. Inilah yang terus kita siapkan supaya nanti daerah-daerah juga segera mendapatkan vaksin dalam keadaan baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Presiden menekankan, setiap tahapan pengadaan vaksin harus melalui kaidah-kaidah ilmiah. (Pra/X-7)