Keamanan Transplantasi Ginjal di Masa Pandemi

 

RUMAH Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menawarkan layanan transplantasi (pencangkokan) ginjal sebagai pilihan terapi yang lebih aman dan ekonomis bagi pasien penyakit gagal ginjal kronis (PGK).

Pokja Transplantasi Ginjal RSCM, Departemen Urologi FKUI- RSCM, dr Nur Rasyid merekomendasikan transplantasi ketimbang cuci darah (hemodialisis) semasa pandemi covid-19 karena lebih aman dengan tingkat keberhasilan 99%.

"Hemodialisis berisiko 3-4 kali lebih tinggi terpapar covid-19 karena adanya peningkatan risiko covid-19 paparan selama prosedur dialisis. Atas dasar itu, RSCM memulai project start layanan transplantasi ginjal sejak dua bulan terakhir. Semua negara melakukan ini sekarang," kata dokter Nur Rasyid dalam webinar pada Jumat (11/9).

Sejauh ini, tandas Nur Rasyid, tidak ada bukti RNA covid-19 menyebar lewat saluran kemih. Tidak ada bukti virusnya menyebar lewat darah. Transplantasi bisa dilakukan pada pasien cuci darah lama atau sebelum pasien membutuhkan cuci darah.

Menurutnya, prosedur transplantasi ginjal bermanfaat untuk semua pasien muda maupun tua. Namun, berdasarkan data statistik RSCM, lebih banyak pasien yang menjalani prosedur transplantasi ginjal berusia 60 tahun atau lebih tua. "Asalkan angka harapan hidupnya 10 tahun," bebernya.

Terkait pendapat transplantasi ginjal jauh lebih mahal daripada cuci darah, dokter Nur Rasyid mengatakan biaya transplantasi ginjal lebih ekonomis daripada biaya cuci darah. "Setahun cuci darah setara dengan transplantasi ginjal selama 3 tahun," jelasnya, merujuk pada data BPJS Kesehatan.

Pada 2018, tindakan hemodialisis yang harus dibiayai BPJS-K mencapai Rp2,3 triliun. Adapun sepanjang 2015-2017, BPJS-K mengeluarkan Rp44,3 miliar untuk 149 tindakan transplantasi.

Pokja Transplantasi Ginjal RSCM, Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Dr dr Maruhum Bonar H Marbun menambahkan, semua pasien gagal ginjal menjadi kandidat menjalani transplantasi ginjal, kecuali kalau pasien mendapatkan keganasan sistemik, mendapatkan penyakit kanker yang masih aktif, infeksi kronis belum sembuh seperti Tb yang masih dalam pengobatan, penyakit jantung berat, gangguan psikiatri, dan usia tua meskipun relatif.

Sementara itu, untuk donor, saat ini berasal dari donor hidup, yakni keluarga atau bukan keluarga. Kriterianya, minimal usia 18 tahun dan sehat secara fisik dan mental. (Fer/H-2)