Kehinaan bagi Penentang Allah dan Rasul

TAFSIR Al Mishbah episode kedua ini akan membahas Surah Al Mujaadilah ayat 5-7. Ayat tersebut menjelaskan betapa Allah Maha Mengetahui segala yang ada di langit dan bumi. Di ayat ini juga akan dijelaskan rahasia, atau kebiasaan manusia berbisik-bisik.

Ayat keempat diakhiri dengan menyatakan ketentuan menyangkut zihar dan sanksi yang ditetapkan Allah dan batas-batas yang telah ditetapkan.

Ayat 5 berbunyi ‘Sesungguhnya orang-orang yang (melampaui Allah) menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan sebagaimana kehinaan yang telah didapat oleh orang-orang sebelum mereka. Dan sungguh, Kami telah menurunkan bukti-bukti yang nyata. Dan bagi orang-orang yang mengingkarinya akan mendapat azab yang menghinakan’.

Ayat itu diturunkan di Madinah dan jauh setelah terjadinya Perang Badar. Para ulama memahami dihinanya orang-orang terdahulu dari para penentang itu sebagaimana dihinanya orang-orang yang tewas dan dipermalukan di dalam Perang Badar.

Dikatakan terhadap penentang, sanksi yang telah dijatuhkan Allah itu bukan datang tanpa peringatan, bukan datang tanpa bukti. Namun, ‘mereka menentang (melawan) padahal kami telah menurunkan bukti-bukti kebenaran (Allah), kebenaran Rasul dan mukjizat yang menunjukkan bahwa apa yang disampaikan Rasul adalah kebenaran’.

Setiap rasul atau nabi memiliki bukti kebenarannya. Allah telah memberikan bukti kebenaran mukjizat, tetapi para penentang ini mengabaikan hal tersebut. Karena itu, bagi orang kafir, orang yang menentang, orang yang tidak percaya, akan ada siksaan.

Pada suatu hari, Allah akan membangkitkan manusia dan Allah menyampaikan kepada mereka apa yang telah dikerjakan. Amalan-amalan itu telah Allah hitung dengan tepat, sedangkan mereka sendiri telah melupakannya. Allah benar-benar melihat dan menyaksikan segala sesuatu meskipun di dunia ini dianggap hal yang tidak penting.

Diterangkan bahwa ilmu Allah mencakup segala yang ada di langit dan di bumi. ‘Apakah kamu tidak mengetahui bahwa Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi?’.

Bila saja ada tiga orang yang mengadakan pembicaraan rahasia, karena Allah selalu mengetahuinya, Allah ialah yang keempatnya. Jika ada lima orang yang berbuat demikian, Allah ialah yang keenamnya.

Jikapun dua orang hendak merahasiakan, Allah tahu. Pada hari kiamat, Allah akan memberitahukan mereka segala sesuatu yang pernah mereka perbuat. “Dari kesimpulan ayat-ayat ini, harus diingat bahwa perlu kesadaran tentang kehadiran Tuhan dan perlu kesadaran apabila tidak mampu seakan-akan melihat Tuhan, sadarlah Tuhan melihat Anda.” (Fer/H-3)