Kementerian PU-Pera Serahkan 157 Tower Rusun

 

KOMISI I DPR RI mendukung dan mengapresiasi peningkatan kesejahteraan prajurit TNI melalui penyediaan rumah susun. Sebanyak 157 tower blok rumah susun senilai Rp2,1 triliun telah rampung dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) dan diserahkan kepada Kementerian Pertahanan.

“Kebutuhan perumahan bagi prajurit harus kita akui memang kebutuhan yang perlu disediakan pemerintah. Langkah hibah Kementerian PU-Pera ini sangat baik untuk mendukung kinerja TNI,” ujar anggota Komisi I DPR RI Willy Aditya kepada Media Indonesia, kemarin.

Ia mengingatkan aset negara atas 157 tower blok rumah susun ini mesti tercatat dalam Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) selaku pengelola aset negara agar tidak ada masalah di kemudian hari.

“Kejelasan status aset negara ini penting bagi Kementerian Pertahanan agar ketika pendistribusiannya juga diikuti dengan legalitas hak yang sesuai bagi penerimanya nanti,” pungkasnya.

Diketahui, Kementerian PU-Pera telah melakukan serah terima aset barang milik negara (BMN) senilai Rp2,1 triliun kepada Kementerian Pertahanan, berupa 157 rumah susun yang tersebar di seluruh Indonesia untuk anggota TNI.

Serah terima aset ditandai dengan penandatanganan naskah dan berita acara serah terima hibah dari Direktorat Jenderal Perumahan PU-Pera kepada perwakilan Kementerian Pertahanan yang diwakili Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan.

“Untuk kali ini, ada 157 aset dalam bentuk bangunan, yaitu bangunan rumah susun yang tersebar di seluruh indonesia dengan total 157 tower blok,” ujar perwakilan dari Satuan Kerja Pengembangan Perumahan PU-Pera Bisma Staniarto dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, kemarin.

Menurut dia, PU-Pera tetap bekerja semaksimal mungkin untuk menjamin tata kelola aset dan meningkatkan pelayanan publik yang baik. Hal itu dibingkai dengan protokol kesehatan yang diimplementasikan dalam setiap kerja, termasuk pembangunan proyek ini.

Sebanyak 157 tower blok itu ialah status pembangunan 2009 sampai dengan 2016. Dengan demikian, rumah susun TNI menjadi bukti telah terlaksananya kerja sama yang baik sampai saat ini antara Kementerian PU-Pera dan Kementerian Pertahanan.

Beralihnya hak dan kewajiban atas aset BMN setelah serah terima hibah juga akan memperjelas tanggung jawab terhadap pengoperasian dan pemeliharaannya. Diharapkan, aset yang diserahkan dapat memberikan pelayanan yang berkelanjutan. (Cah/P-5)