Kolaborasi Vape East Movement-VIVO Gencarkan Edukasi Seksual

 

MASIH tingginya kasus HIV/AIDS di Indonesia yang diprediksi bisa mencapai 500 ribu kasus dan tingginya permohonan pernikahan dini hingga 34 ribu membuat perusahaan rokok elektrik, Vape East Movement menjalin kolaborasi dengan produsen alat kontrasepsi, Sensitif VIVO, berkolaborasi dalam edukasi seksual generasi muda.

“Seks masih menjadi topik tabu di Indonesia. Selain itu, kurangnya edukasi mengenai seks makin memperburuk kondisi. Hal ini dilakukan oleh kedua belah pihak sebagai bentuk ajakan penikmat rokok elektrik / vapers untuk memerangi banyaknya kasus yang diakibatkan oleh kurangnya pendidikan tentang seks (sex education) seperti tingginya tingkat kehamilan diluar nikah dan penyakit menular seks.” ujar Grady Letik, salah seorang pemilik Vape East Movement dalam keterangannya.

Kolaborasi keduanya diwujudkan dalam bentuk produk bersama yang bernama SPLITZ. Setiap pembelian produk liquid itu akan mendapatkan 1 bungkus alat kontrasepsi dari VIVO. 

Baca juga : Beragam Upaya Membantu UMKM Bangkit di Masa Pandemi

"Selain untuk memerangi kasus kehamilan diluar nikah dan penyakit menular seks, Vape East Movement dan VIVO ingin mengajarkan kepada masyarakat untuk tidak malu membeli alat kontrasepsi/kondom agar mampu mengurangi angka kasus HIV/AIDS," tutur Grady.

Secara bertahap produk itu akan bisa didapatkan di seluruh toko Vape. (RO/OL-7)