Korban Gempa NTB Terima Jatah Hidup Tahap II

 

NEGARA masih hadir untuk korban gempa bumi 2018 di Nusa Tenggara Barat. Bulan ini, Kementerian Sosial akan mencairkan jaminan hidup (jadup) tahap II di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, dan Sumbawa. Kali ini total dana yang digulirkan mencapai Rp89,36 miliar.

Sementara jadup tahap I senilai Rp11,45 miliar telah disalurkan pada 2019. Penerimanya sebanyak 5.118 kepala keluarga di Lombok Tengah, Mataram, Lombok Barat, dan Sumbawa Barat.

“Pemerintah memenuhi permintaan Gubernur NTB untuk mencairkan jadup tahap II. Di tengah pandemi, pemberian jadup dilakukan sesuai kemampuan pemerintah dan dicairkan secara bertahap,” kata Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Kementerian Sosial, Muhammad Safii Nasution, saat berkunjung ke NTB, kemarin.

Guna memastikan bantuan tepat sasaran, Safii meminta pemerintah daerah melakuan pendataan secara tepat by name by addres. Kemensos juga melibatkan dinas kependuduk­an dan catatan sipil sebagai verifikator dan validasi data.

Jadup tahap II berdasarkan data Kemensos akan diberikan kepada 86.824 kepala keluarga atau 297.881 jiwa korban gempa di tiga kabupaten. Setiap jiwa akan mendapat bantuan Rp10 ribu per hari selama satu bulan.

Selain jadup, pemerintah juga sudah menggulirkan bantuan santunan kepada ahli waris korban bencana yang meninggal dunia sebanyak 567 jiwa senilai Rp8,5 miliar. Sementara itu, bantuan dana untuk penanganan darurat berupa pendistribusian logistik, cadangan beras pemerintah, beras regular, sembako, peralatan dapur keluarga, peralatan kebersihan, dan layanan dukungan psikososial mencapai Rp21,6 miliar. Total bantuan sosial korban gempa bumi mencapai Rp130,9 miliar.

Sementara itu, di Blora, Jawa Tengah, ratusan warga korban angin puting beliung di Desa Tanjung, Keduntuban dan Kutukan, Randublatung, menerima bantuan sembako dan masker dari Pemkab Bupati Djoko Nugroho menyampaikan bantuan sekaligus menghibur para korban.

Di Cianjur, Jawa Barat. Pjs Bupati Dudi Sudrajat Abdurachmin mengakui belum menetapkan status siaga darurat bencana, meski banjir dan tanah longsor sudah sering terjadi. “Kami baru mengimbau warga untuk siaga dan waspada.” (YR/AS/BB/WJ/BK/N-2)