Korban Tanah Longsor makin Sulit Ditemukan

 

KERJA keras tim evakuasi di lokasi tanah longsor di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, kemarin, belum menemukan tambahan tubuh korban. Sama seperti sehari sebelumnya, ada 13 korban yang dievakuasi dalam kondisi tidak bernyawa dan 18 dalam keadaan mengalami luka.

“Ada tambahan jumlah korban yang diperkirakan masih harus dicari. Menurut laporan warga dan aparat di lokasi, masih ada 27 warga yang hilang,” kata Manajer Pusat Data dan Operasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat, Budi Budiman, kemarin.

Tanah longsor di Kampung Bojongkondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, itu terjadi dua kali, yakni pada Sabtu (9/1) sore dan malam hari. Korban terbanyak justru terjadi pada longsor kedua, termasuk Komandan Koramil Cimanggung, Kapten Infantri H Setiyo Pribadi, sejumlah petugas BPBD Sumedang, dan warga yang datang ke lokasi.

Tanah longsor terjadi setelah tebing setinggi 20 meter dan panjang 40 meter runtuh menimpa permukiman. BPBD mencatat tanah longsor terjadi di areal seluas 3.320 meter persegi.

Ancaman tanah longsor susulan, menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Deden Ridwansyah, masih bisa terjadi di lokasi musibah. “Masih ada pergerakan tanah, sehingga proses pencarian harus dilakukan dengan kewaspadaan tinggi.”

Sementara itu, Sekretaris Dae­rah Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman memastikan ada lebih dari 14 rumah yang tertimbun tanah longsor. “Dua kali longsor. Di longsor pertama ada 14 rumah dan yang susulan masih kita konfirmasi.”

Trans-Kalimantan putus

Tanah longsor dan banjir juga masih mendominasi kejadian bencana alam di sejumlah daerah. Selain di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, banjir juga terjadi di Kalimantan Selatan.

Di Kabupaten Tanah Laut, banjir memasuki pekan ketiga dan cenderung meluas, akibat tingginya curah hujan. Selain permukiman dan persawahan, luapan sejumlah sungai juga merusak dan memutus ruas jalan Trans-Kalimantan di Kecamatan Bati-bati.

Jalur Trans-Kalimantan yang terendam berada di Desa Gunung Raja. Luapan air sungai dan rawa membuat kendaraan roda dua dan empat tidak dapat melintas.

“Jalan ditutup karena bisa membahayakan kendaraan dan pengendaranya. Mereka diarahkan melalui jalur alternatif yang lebih memutar,” kata Bupati Sukamta.

Di Jawa Tengah, banjir melanda Kabupaten Boyolali dan Jepara. Di Jawa Timur, Sampang, Sumenep, dan Lamongan, juga dikepung air dari luapan sungai.

Di tempat lain, warga di Indramayu, Jawa Barat, harus berjibaku menyelamatkan diri dari ancaman banjir pasang air laut yang mengepung Desa Eretan Wetan, Eretan Kulon, dan Kertawinangun di Kecamatan Kandanghaur.

Masih di Jawa Barat, tiga ba­ngunan di SDN 2 Janggala, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, ambruk saat didera hujan deras. Kejadian itu menimpa dua kelas dan satu ruang guru. “Sebelumnya, kejadian serupa membuat tiga ruang kelas bangunan SDN 1 Sukadana ambruk,” kata Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Ade Waluya. (TJ/DY/WJ/AS/MG/YK/UL/AD/BB/LD/RF/N-3)