Kyrgios Ungkap Perjuangan Melawan Depresi

PETENIS Australia Nick Kyrgios menceritakan perjuangannya melawan depresi dan mengaku sudah mulai merasa tenang setelah tinggal bersama kedua orangtuanya di Canberra, tahun ini.

Kyrgios, yang sudah menemui psikolog sejak 2018 lalu, sebelumnya sempat dikritik karena tidak cukup peduli dengan kariernya sendiri di dunia tenis.

"Waktu itu, saya merasa tidak ada satupun yang benar-benar mengenal saya. Mereka hanya ingin melihat saya sebagai pemain tenis dan memanfaatkan saya. Tidak ada orang yang bisa saya percaya. Saya merasa seperti berada di tempat yang gelap dan sepi," kata Kyrgios, Senin (9/11).

Baca juga: Medvedev kian Mantap Tatap Final ATP

Tidak berhenti sampai di situ, pria berusia 25 tahun itu pun mengenang masa-masa ketika berada di Shanghai dan dia merasa seperti tidak ingin melanjutkan hidup.

"Memang ada sebagian orang yang mencurahkan seluruh hidupnya untuk tenis dan saya tidak menyalahkan mereka. Saat ini, saya sedang merasakan
kebebasan dan saya betul-betul tidak peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain tentang saya," ujar Kyrgios.

Tahun lalu, Kyrgios beberapa kali didenda dan juga diberikan sanksi larangan bermain selama 16 minggu oleh ATP karena perilaku buruknya di
lapangan.

Petenis peringkat 45 dunia itu pun memilih tetap berada di Canberra sementara para pesaingnya berlaga dalam ajang Amerika Serikat (AS) Terbuka dan Prancis Terbuka tahun ini.

"Dulu, selama saya mengikuti tur tenis, saya harus meninggalkan rumah dan tidak bertemu dengan keluarga sampai tujuh bulan lamanya. Tahun
ini, saya ingin memanfaatkan kondisi pandemi covid-19 untuk berkumpul dengan keluarga," ungkap Kyrgios.

Kyrgios berencana kembali ke lapangan pada turnamen Australia Terbuka yang akan diselenggarakan Januari 2021 mendatang. (Ant/OL-1)