Lahan Pertanian di Bantul Berpotensi Terendam Banjir

 

LAHAN pertanian di tiga kecamatan wilayah Bantul, Yogyakarta, berpotensi terendam banjir. Tepatnya saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

“Kalau musim hujan itu lahan terendam. Potensinya ada di daerah selatan. Seperti, Kecamatan Sanden, Kecamatan Srandakan dan Kecamatan Kretek. Lahan di sana sekitar 10 hektare,” jelas Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, DPPKP Bantul Imawan Ekohandrianto.

Menurutnya, lahan pertanian di wilayah selatan yang rawan banjir, juga dipengaruhi posisi yang dekat hilir sungai. Apabila debit air sungai akibat hujan deras, berpotensi meluap dan menggenangi lahan di sekitar sungai.

Baca juga: Genjot Produksi, Aceh Barat Usulkan Cetak Sawah 10.000 Ha

“Karena debit air yang banyak bisa meluap ke persawahan. Terutama di daerah Srandakan itu ada pertemuan sungai. Sehingga air bisa meluap kalau debit air tinggi. Itu sering terjadi saat hujan,” papar Imawan.

Akan tetapi, selama musim hujan 2020/2021 yang berlangsung sejak awal November, belum ada lahan pertanian atau sawah yang rusak karena terendam air hujan. Sejauh ini, dampak curah hujan tinggi masih biasa diatas.

Baca juga: Waspadai La Nina, BMKG: Ada Ancaman Bencana Hidrometeorologi

“Kalau yang terendam bisa teratasi, karena debit masih terkendali. Sehingga secara alami sendiri. Memang ada beberapa daerah rendah yang airnya menggenang. Tapi, sudah bisa mengalir dengan sendirinya,” imbuh dia.

Berdasarkan hasil pemantauan di lahan pertanian, dampak musim hujan tahun ini belum mengakibatkan kerugian bagi petani. Dalam hal ini, belum ada lahan yang tergenang, lalu tanamanya mati. Selain itu, ada juga lahan yang tergenang, namun tidak ada tanaman.(Ant/OL-11)