Lebih Baik Pakai Masker

 

DISIPLIN menggunakan masker diyakini mampu membuat banyak perbedaan di tengah pandemi covid-19. Salah satu lingkungan yang mempraktikkannya ialah warga di Perumahan Taman Candiloka, Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi, Kabupaten
Sidoarjo, Jawa Timur.

Sejak sepekan terakhir, mereka membuat aturan tidak tertulis, yak ni semua warga yang berada di luar rumah wajib memakai masker. Aturan yang sama juga berlaku bagi tamu yang datang ke lingkungan tersebut.

Sebuah spanduk besar menjadi aturan tertulisnya. Isinya mewajibkan penggunaan masker bagi warga ataupun tamu. Pengurus lingkungan juga menambahi aturan wajib, yakni melakukan senam bersama dua kali seminggu dan berjemur setiap hari. “Tubuh yang sehat, kami yakini bisa menangkal korona,” kata Sriono, 49, warga.

Keyakinan terhadap kemanjuran masker juga ada di benak para anggota DPRD Banyumas, Jawa Tengah. Karena itu, mereka mengebut penyelesaian Peraturan Daerah tentang Penanganan Covid-19 yang salah satunya menetapkan penggunaan masker disertai sanksi bagi yang melanggar.

“Warga yang tidak menggunakan masker di tempat umum dikenai denda Rp20 ribu. Ini perda daruat. Karena itu, kajiannya bersama eksekutif bakal dilakukan secara ce pat,” ungkap Ketua DPRD Budhi Setiawan.

Bupati Banyumas, Achmad Husein, juga sangat mendukung penggunaan masker. “Pemkab akan terus memberikan masker kain gratis kepada warga. Jumlahnya akan mencapai 1-2 juta.”

Bangka Belitung

Adanya empat pasien positif korona di wilayahnya membuat Erzaldi Rosman Djohan terus berjibaku. Gubernur Bangka Belitung itu menyiapkan sejumlah wisma untuk mengarantina orang dalam pemantauan (ODP) dan orang tanpa gejala (OTG).

“Sekarang kita baru punya satu wisma dengan 60 ruangan untuk menampung ODP dan OTG. Kami menyiapkan empat wisma lagi sebagai tempat karantina,” janjinya, kemarin.

Daerah tersebut sudah memiliki alat tes polymerase chain reaction (PCR). Dalam waktu dekat, pemeriksaan swab akan dilakukan secara massal di Asrama Haji, Rumah Susun Pendidang, Balai Latihan Kerja, dan Badan Kepegawaian Daerah.

Ruang observasi juga menjadi konsentrasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. “Ada 3.631 desa dan kelurahan yang sudah memiliki ruang observasi. Itu setara dengan 47,02% dari seluruh desa,” ujarnya.

Ruang observasi, lanjutnya, digunakan untuk pekerja migran dan pemudik yang datang dari daerah zona merah atau episentrum penyebaran korona. “Mereka akan masuk ke ruang observasi, isolasi, dan dikarantina selama 14 hari,” tambah Khofifah.

Proses karantina juga dilakukan seluruh kabupaten dan kota di Bali untuk para pekerja migran yang pulang kampung. “Tidak ada pekerja migran yang melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing,” kata Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Bali, Dewa Made Indra.

Sikap tanggap juga dilakukan Pemkab Sidoarjo, Jawa Timur. Mereka mendirikan 349 posko di desa dan kelurahan, serta posko kesehatan di stasiun kereta api dan terminal bus. “Posko akan memantau warga yang mudik dari daerah lain,” ujar Kapolresta Kombes Sumardji.

Di Bali, pembatasan rekreasi dilakukan di Pantai Sanur, Denpasar, baik untuk wisatawan asing maupun warga lokal.

“Aktivitas yang masih boleh dilakukan di sekitar Pantai Sanur ialah pengangkutan sembako ke Nusa Penida. Juga jika warga Nusa Penida hen dak pulang kampong,” tutur Ben desa Adat Desa Sanur, Ida Bagus Paramarta. LD/RF/FL/OL/HS/DW/RS/BN/FB/AU/LN/AP/RK/N-2)