Lelang Kegiatan Infrastruktur Rampung April

 

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) mengebut pelelang­an dini untuk percepatan realisasi pelaksanaan kegiatan infrastruktur 2021. Ada 5.408 paket pekerjaan infrastruktur dengan total pagu pengadaan senilai Rp107,6 triliun yang dilelang.

“Saya harapkan semua pro­ses lelang harus bisa diselesaikan pada Maret atau April 2021, dengan lebih cepat dan tertib. Jangan bersekongkol dengan penyedia jasa dan jangan main-main dengan uang negara,” kata Menteri PU-Pera Basuki Hadimoeldjono dalam keterangan resminya, kemarin.

Ditambahkan Basuki, Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) di 34 provinsi yang bertugas melelang paket pekerjaan konstruksi diminta mampu menjadi lokomotif pembangunan infrastruktur PU-Pera.

“Kepala balai sebagai lapis pertama dalam pengawasan pengadaan barang dan jasa (PBJ). Sekali lagi agar kerja lebih cepat dan lebih tertib, tetapi jangan juga ceroboh,” tegas Basuki.

Dia juga mengingatkan untuk efisiensi proses lelang. Basuki berharap tidak ada paket pekerjaan yang dilelang ulang hingga lebih dari dua kali, terutama untuk paket pekerjaan seperti perawatan jalan yang membutuhkan penanganan cepat agar biaya tidak semakin membesar.

“Terutama pada musim hujan, yang rentan ada kerusakan jalan. Semakin lama penanganannya, biayanya juga akan bertambah,” tutur Basuki.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Trisasongko Widianto dalam laporannya mengatakan telah dilaksanakan proses tender/seleksi dini yang dimulai sejak Oktober 2020, yaitu sebanyak 3.175 paket senilai Rp38,6 triliun.

“Sampai dengan 15 Januari 2021, terdapat 1.191 paket senilai Rp14,6 triliun yang akan selesai ditenderkan, dengan perincian sebanyak 209 paket senilai Rp2,1 triliun telah selesai tender dan telah terkontrak pada Desember 2020,” kata Trisasongko.

Dia mengatakan sebanyak 982 paket senilai Rp12,5 triliun telah selesai tender dan siap untuk tanda tangan kontrak pada 15 Januari. (Ins/E-3)