Manufaktur Melaju Positif

 

Aktivitas industri manufaktur di Tanah Air menunjukkan kinerja yang gemilang pada bulan terakhir tahun 2020. Hal itu tecermin dari Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Desember 2020 yang tercatat di level 51,3 atau naik dibanding bulan sebelumnya yang berada di posisi 50,6.

“Ini capaian yang luar biasa. Para pelaku industri tetap mengoptimalkan sumber daya yang ada di tengah keterbatasan yang ada. Hal ini juga menunjukkan bahwa langkah-langkah kebijakan Kementerian Perindustrian mampu mendorong hal ini,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya, kemarin.

Agus menegaskan Indonesia memiliki modal yang cukup kuat untuk memasuki tahap pemulihan ekonomi. Pemerintah, sebutnya, optimistis pada rangkaian strategi dan kebijakan yang telah dilakukan dalam pemulihan ekonomi ke depan.

Ia menuturkan, salah satu indikator adanya pemulihan ekonomi di 2021 ialah membaiknya pertumbuhan di triwulan III 2020, meski masih kontraksi di -3,4% (yoy). Triwulan III 2020 membaik setelah di triwulan II 2020 pertumbuhan berada di titik terendah (rock bottom) dengan terkontraksi sebesar 5,32% (yoy).

“Kondisi ini masih lebih baik jika dibandingkan dengan beberapa negara lain seperti Jerman, Singapura, Filipina, Spanyol, dan Meksiko yang rata-rata mengalami kontraksi rata-rata di -4%,” ungkap Agus.

Ia pun memproyeksikan pertumbuhan industri berada di jalur positif pada tahun ini dengan tumbuh mendekati 4%. Menurutnya, seluruh subsektor manufaktur akan kembali bergairah.

“Dengan asumsi pandemi sudah bisa dikendalikan dan aktivitas ekonomi sudah bisa kembali pulih, kami memproyeksikan pertumbuhan industri manufaktur pada 2021 akan tumbuh 3,95%,” jelas Agus.

Optimisme tersebut, ungkapnya, sejalan dengan investasi pada industri pengolahan nonmigas yang masih tumbuh positif. Kendati pertumbuhan PDB diproyeksikan terkontraksi 2,22% pada 2020, nilai investasinya justru meningkat dan berpotensi melonjak tahun ini.

Sepanjang 2020, nilai investasi industri pengolahan nonmigas dilaporkan mencapai Rp265,28 triliun atau naik 24,48% dari realisasi investasi pada 2019 senilai Rp213,11 triliun. Pada tahun ini, investasi diproyeksikan naik 21,97% menjadi Rp323,56 triliun.

Indikator perbaikan

Dalam menanggapi PMI Manufaktur Indonesia yang naik pada Desember 2020, Andrew Harker selaku Direktur Ekonomi IHS Markit mengatakan perusahaan Indonesia secara umum memiliki catatan akhir yang positif pada 2020. Kenaikan indeks itu bahkan selama dua bulan berturut-turut.

“Jalan masih panjang mengingat gangguan parah yang disebabkan pandemi covid-19, tetapi produsen setidaknya yakin dengan prospek tahun 2021,” jelasnya.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani optimistis pemulihan ekonomi di 2021 akan semakin baik, tecermin dari beberapa indikator ekonomi yang sudah mulai menunjukkan pemulihan.

“Misalnya, PMI manufaktur telah kembali ke level ekspansif dan indeks keyakinan konsumen yang mulai mengalami peningkatan. Ini sangat menggembirakan,” pungkas Rosan. (E-2)