Marhaban Ya Ramadhan

KITA berada di dalam rangkaian tiga serangkai bulan mulia. Bulan Rajab kita disunatkan berpuasa tiga hari. Bulan Sya’ban diminta untuk
lebih aktif menjalankan tradisi spiritual, banyak berzikir, mulai mengaji, dan membersihkan diri dari berbagai dosa dengan memperbanyak taubat dan istigfar.

Dengan begitu, diharapkan diri kita menjadi bersih ketika memasuki Ramadan. Ibarat sebuah kapal, bulan Ramadan akan berlabuh di dalam sanubari yang sudah lama menyiapkannya. Merekalah yang akan mendapatkan berkah bulan suci Ramadan. Tidak mustahil di antara mereka menjumpai keutamaan Lailah al-Qadr.

Agak terlambat jika bulan Ramadan telah tiba, baru kita menyiapkan segala sesuatunya. Idealnya, Rajab dan Sya’ban adalah bulan masa transisi untuk menyiapkan pangkalan pendaratan Ramadan di dalam batin kita masing-masing.

Di bulan Rajab dan Syaban, kita menyempurnakan salatsalat sunat Rawatib, baik qabliyah maupun ba’diyah. Kita juga memulai membuka kembali halaman demi halaman Kitab Suci Alquran.

Kita membuka-buka pula buku-buku agama yang akan memperkaya wawasan kita tentang agama. Persiapan lainnya dalam menjemput Ramadan ialah peningkatan ibadah-ibadah sosial seperti bersilaturahim dengan orang-orang yang telah berjasa di dalam hidup
kita.

Tak lupa, kita menziarahi makam-makam mereka yang sudah mendahului kita, mengunjungi kelompok-kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan seperti panti-panti asuhan, pantai jompo, dan kelompok- kelompok masyarakat marginal lainnya. Ibadah-ibadah
sosial tidak kalah dengan ibadah-ibadah sebagaimana di sebutkan di atas.

Kita bisa merasakan dan perbandingan bulan Ramadan yang diawali dengan persiapan lebih panjang dengan bulan Ramadan yang dimasuki tanpa persiapan panjang.

Dampak psikologis dan spiritualnya dapat dirasakan lebih kuat dan lebih syahdu menjalani bulan Ramadan yang di awali dengan persiapan panjang daripada persiapan lebih pendek.

Sejak bulan Rajab atau Sya’ban mestinya kita sudah mulai membentangkan karpet merah untuk Ramadan. Dengan begitu, kita bisa merasakan betul sisi spiritual yang lebih kuat selama Ramadan.

Keutamaan bulan Ramadan tidak perlu dipertanyakan. Banyak sekali ayat dan hadis yang menyatakan keistimewaannya.

Dari segi namanya saja, ‘Ramadan’ berarti menghanguskan, yakni membakar hangus dosa-dosa masa lampau yang pernah kita lakukan.

Banyak sekali amalan khusus yang hanya bisa dilakukan di dalamnya, seperti salat sunat tarawih dan puasa Ramadan. Amalan-amalan dijanjikan berlipat ganda. Ada pula zakat fitrah, di samping tentu saja zakat mal.

Bulan Suci Ramadan ialah bulan yang dirindukan kehadirannya oleh umat Islam di seluruh dunia.

Karena itu, mari kita menyiapkan diri menghadapinya, menyambutnya, supaya kita memperoleh berkah dan keberuntungan.

Semoga Allah SWT menyambungkan usia kita dengannya dan Ramadan kita kali ini lebih baik daripada Ramadan sebelumnya. Marhaban ya Ramadhan.