Memfasilitasi Literasi Anak di Kala Pandemi

 

Halaman sebuah bangunan milik Koramil di wilayah Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, disulap layaknya lokasi berkemah di tengah alam. Ada dua tenda berwarna biru beralaskan terpal di antara rindang pepohonan. Terlihat sejumlah anak belajar di tenda tempat Sanggar Baca Alam Cisauk berada.

“Sanggar Baca Alam Cisauk merupakan sekolah nonprofit yang berupaya meningkatkan literasi masyarakat, terutama yang berada di sekitar,” jelas Wakil Ketua Sanggar Baca Alam Cisauk, Jamaludin, 29, yang akrab dipanggil Odon, kepada Media Indonesia, pekan lalu.

Ia menambahkan, sanggar tersebut didirikan sebagai bentuk kepedulian anak muda di Cisauk melihat kemajuan zaman yang tidak berimbang dengan pemberdayaan masyarakat. Persoalan literasi, lanjut Odon, menjadi penting melihat sekarang anak cenderung memainkan gadget dan enggan membaca buku. “Di Cisauk ini tidak ada yang fasilitasi anak untuk belajar. Oleh karena itu, sekarang masa pandemi makanya kesempatan untuk menggenjot minat anak-anak agar tak kendur belajar,” kata Odon.

Sanggar ini, ujarnya, sudah berjalan sejak empat atau lima tahun silam. Mulanya sanggar mengalami kesulitan, tetapi sekarang telah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

Saat ini sanggar tengah menjalankan program Semester I Sanggar Baca Cisauk, yakni program pendidikan gratis untuk tingkat sekolah dasar. “Sasarannya proram 6 bulan, akhir bulan Desember akan buat pekan festival karya akhir tahun untuk menerapkan apa yang mereka dapat di semester pertama ini,” kata Odon.

Di samping itu, ada beragam kegiatan untuk remaja seperti berkebun, belajar navigasi darat, dan workshop sablon. Kegiatan tersebut dilakukan sebulan sekali.

Khusus di masa pandemi, sanggar menghindari kerumuman sehingga menyesuaikan layanan peminjaman buku. “Kami berlakukan peminjaman buku secara daring, bukunya kami antar melalui paket,” pungkasnya. (Suryani Wandari Putri/H-3)