Mengangkat UMKM dan Pacu Pemulihan Ekonomi dari Daerah

 

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) optimistis perekonomian daerah dapat tumbuh lebih baik dan mengungkit pertumbuhan ekonomi secara nasional di masa pandemi covid-19. Ini dilakukan melalui berbagai program sinergi dengan pemerintah daerah dan industri jasa keuangan yang sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Di Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, misalnya, sejak dampak covid-19 mulai dirasakan pada Maret lalu, Kantor OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DI Yogyakarta bergerak cepat menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta menjalankan program restrukturisasi kredit dan pembiayaan, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan berbagai kegiatan, seperti credit center yang melayani informasi dan bantuan penyelesaian proses restrukturisasi kredit dan pembiayaan.

OJK bersama pemprov juga mendorong industri jasa keuangan menjalankan program dan kebijakan PEN, seperti pemberian subsidi bunga, penempatan uang negara pada bank umum dan bank pembangunan daerah, serta program penjaminan kredit.

“OJK bersama Pemprov Jateng dan DI Yogyakarta terus bersinergi untuk melaksanakan program PEN, khususnya mendorong UMKM mendapatkan restrukturisasi kredit atau pembiayaan sehingga bisa tetap menjalankan usahanya dan berkontribusi dalam pemulihan ekonomi,” kata Kepala OJK Kantor Regional 3 Aman Santosa.

Berdasarkan data per 16 September 2020, restrukturisasi kredit perbankan di Jawa Tengah mencapai Rp60,17 triliun, dengan debitur yang mendapatkan restrukturisasi sebanyak 1,23 juta rekening, atau 6,84% dari total outstanding restrukturisasi kredit nasional dan 16,67% rekening dari keseluruhan rekening secara nasional. Dari jumlah itu, UMKM mendapatkan porsi restrukturisasi terbesar, yakni Rp50,11 triliun atau 83,28% dari total restrukturisasi kredit di Jawa Tengah.

Jumlah itu merupakan pencapaian yang tinggi jika dibandingkan dengan daerah lain. Adapun restrukturisasi pada perusahaan pembiayaan per 16 September mencapai Rp14,17 triliun dengan debitur yang telah direstrukturisasi sebanyak 439.604 rekening.

“Pemprov Jawa Tengah dengan OJK Jateng dan DIY selalu bekerja sama, programnya cukup menarik, bisa membumi sehingga persoalan keuangan, perbankan, bisa diterjemahkan dengan enteng, dan masyarakat bisa mengetahui dan memahami dengan mudah. Ada banyak yang kami coba bahas dengan OJK untuk memulihkan ekonomi. OJK memberikan masukan kepada kita bagaimana kondisi perbankan keuangan, kredit tersalurkan, KUR bisa diakses UMKM dan berjalan baik,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Bangkit kembali

Menurut Ganjar, OJK telah membantu dengan baik kondisi perekonomian di daerah pada masa pandemi ini, seperti melalui restrukturisasi kredit dan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah. Dengan begitu, diharapkan sektor UMKM dan usaha menengah, bahkan usaha besar, bisa bangkit kembali dan memacu gairah ekonomi di Jawa Tengah.

Sementara itu, untuk program penempatan uang negara di bank Himbara dan Bank Jateng, per 15 September 2020, di Jawa Tengah telah disalurkan dana Rp11,70 triliun, naik 131,53% (mtm) kepada 227.627 debitur, atau naik 143,88% (mtm) dengan dominasi ekspansi kredit pada sektor perdagangan besar eceran, pertanian, dan industri pengolahan.

Terkait dengan program penjaminan pemerintah, di Jawa Tengah telah dilakukan Askrindo dan Jamkrindo, serta telah disalurkan penjaminan sebesar Rp729,49 miliar untuk 1.364 debitur.

Kemudian dalam program pembe- rian subsidi bunga/margin, realisasi subsidi bunga di Jawa Tengah mencapai Rp240,94 miliar dengan total 1.046.717 debitur. Untuk optimalisasi pelaksanaan program itu, OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DI Yogyakarta bersama Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan secara kontinu melakukan bimbingan teknis kepada BPR dan BPRS di Jawa Tengah.

Aman Santosa berharap sinergi baik OJK dengan Pemprov Jawa Tengah dan industri jasa keuangan dapat terus berlanjut pada program-program lain untuk meningkatkan geliat ekonomi dan UMKM di Jawa Tengah, yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (S3-25)