Menjaga Stok, Mengendalikan Harga saat Ramadan

 

RAMADAN sepekan lagi. Umumnya bahan pokok mengalami peningkatan permintaan disertai lonjakan harga. Wartawan Fetry Wuryasti mewawancarai Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Syailendra yang baru berkeliling ke sejumlah daerah mengecek pasokan dan harga. Petikannya:

Secara umum bagaimana ketersediaan bahan pokok jelang Ramadan?

Saya berkeliling ke Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Bahan pokok seperti cabai, daging ayam, daging sapi, dan gula cukup. Stoknya aman. Biasanya empat bahan pokok permintaannya naik saat puasa.

Seberapa besar peningkatan kebutuhan empat bahan pokok ini?
Tergantung apalagi lagi pandemi. Seperti tahun lalu, permintaan turun kecuali gula sempat naik. Kemudian daging ayam, tahun lalu overstock/oversupply karena permintaan turun.
Lalu cabai. Panen raya seharusnya Maret tetapi cuaca ekstrem sehingga mundur ke April.

Harga eceran tertinggi (HET) gula ditetapkan Rp12.500/kg tetapi di pasar sekitar Rp13 ribu per kg.

Memang betul. Kami intervensi agar distributor memasok. Kami juga cek produsen dan distributornya, sampai mana wilayahnya. Begitu permintaan gula di daerah naik, kami meminta mereka bergerak.
Saya sudah minta harga sesuai acuan. Batas HET gula Rp12.500/kg. Caranya bebas apakah mau potong rantai distribusi atau mengurangi margin di setiap lini distribusi karena barang cukup tersedia.

Harga daging juga berfluktuasi?

Sekarang kondisinya sedang sulit. Preferensi masyarakat terutama yang tradisional banyak memilih daging segar. Sebenarnya ketersediaan daging banyak. Tetapi kami tidak bisa menafikan saat Ramadan dan Lebaran, rata-rata permintaan daging segar akan naik.
Daging kalau dari eks bakalan Australia harganya sudah tinggi. Oleh karena itu, tidak banyak yang berani impor karena khawatir susah menjualnya. Saya minggu lalu mengecek stok sapi lokal ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Stoknya banyak.
Kami mengajak BUMN Pangan sebagai off taker sehingga bila terjadi gejolak harga stok daging sapi langsung bisa dipasok cepat.
Sebenarnya daging yang naik hanya di sekitar Jakarta rata-rata Rp120 ribu per kg. Di daerah seperti Lamongan harganya sekitar Rp105 ribu. Seandainya masyarakat memilih daging beku tentu lebih murah.
Tetapi kami siapkan pasokan. Kalau Jabodetabek dan Bandung Raya kebutuhannya sekitar 14 ribu ton atau setara sapi 90 ribu ekor. Ini sudah termasuk untuk hotel, restoran, dan kafe. Saya sedang menghitung Jabodetabek dan Bandung Raya butuh berapa. Wilayah ini barometer.
Area Jawa Tengah dan Jawa Timur banyak kelompok masyarakat memelihara sapi dan peternakannya. Beberapa peternakan komunal besar sudah dipanjer atau buat perjanjian dengan off taker, yaitu BUMN Pangan untuk memasok ke Jabodetabek dan Bandung Raya.

Bagaimana menjaga harga daging ayam?

Perdagangan daging ayam dalam kondisi berat. Harga pakan naik seiring melonjaknya harga jagung. Harga day old chicken juga naik. Permintaan beberapa waktu lalu sempat turun akibat pandemi sehingga harganya jatuh. Kini, harga membaik sekitar Rp33 ribu. Harga telur juga mulai membaik di kisaran Rp26 ribu.
Masalah harga daging ayam bersumber dari harga pakan yang hampir 90% impor. Hanya 10% yang lokal. Harga jagung sedang melonjak, tembus Rp5.000-5.200 per kg. Petani jagung senang. Saya minta mereka membantu, mungkin bisa menurunkan sedikit margin.

Harga cabai rawit merah per 25 Maret Rp97.750 per kg dibandingkan awal Maret yang Rp91.914 per kg?

Untuk cabai tidak ada harga acuan. Pantauan kami di beberapa sentra di Jawa dan informasi asosiasi kenaikan produksi cabai diperkirakan terjadi akhir Maret atau awal April.
Sentra cabai di Jawa Timur seperti Blitar, Kediri, dan Malang kira-kira akan panen 10 ribu ha. Sentra cabai di Jawa Tengah seperti Magelang dan Temanggung akan panen sekitar 6 ribu ha. Di Jawa Barat seperti Garut, Kabupaten Bandung akan panen kira-kira 4 ribu ha.

Artinya, di awal April seharusnya harga cabai yang sempat naik 5% akan turun?

Insya Allah turun. Sebenarnya di beberapa sentra cabai sudah ada kecenderungan turun harga. Harga cabai di tingkat petani berkisar Rp80 ribu-Rp90 ribu per kg. Artinya, sudah turun sekitar 11% dibandingkan pertengahan Maret. Kami harap harga cabai rawit turun menjadi Rp50 ribu-Rp60 ribu per kg di saat ramadan.
Beberapa daerah dekat sentra cabai di dataran tinggi seperti di Kopeng, Salatiga, harganya sudah turun menjadi Rp60 ribu per kg. Di Jawa Tengah rata-rata cabai rawit sudah Rp84 ribu per kg.
Kalau cabai dibawa ke Jakarta harus berkejaran dengan waktu. Bila terlambat masuk pasar, cabai cepat membusuk. Penjualannya bisa terputus hingga 30% sehingga memang harus memanfaatkan teknologi.

Bagaimana menangani gejolak harga cabai ini?

Kami mencoba memanfaatkan teknologi menyimpan cabai. Mudah-mudahan sebelum akhir tahun bisa kami atasi. Selanjutnya harga cabai tidak seperti roller coster, yang pada saat puncak panen harga turun.
Di dataran tinggi karena dingin cabai rawit bisa bertahan dua bulan. Dia tetap masuk ke cold storage. Kemudian cabai merah keriting dan cabai merah besar bisa bertahan satu bulan.

Ada rencana menggandeng swasta atau pemda untuk menjual sembako murah jelang Ramadan?

Sebenarnya pasar murah berdasarkan laporan kawan-kawan di daerah sudah ada (rencana). Kami memfasilitasi dengan dana alokasi khusus untuk pelaksanaan pasar murah. Misalnya untuk sewa tenda dan pendaftaran distributor.
Beberapa provinsi ada yang mulai mempersiapkan. Nanti pada saat bulan puasa mereka melaksanakan. Waktu pelaksanaan pasar murah bergantung kebijakan setiap daerah. Kapan permintaan meningkat saat ramadan dan biasanya berlangsung seminggu. Kami minta di periode ramadan dan jelang Idul Fitri.
Pengertian pasar murah itu harga yang dijual paling maksimal sesuai acuan. Paling tidak harus di bawahnya sedikit. Pasar murah ada untuk menanggulangi lonjakan harga sambil memberi kesempatan masyarakat mendapatkan barang kebutuhan pokok lebih kompetitif. Pasar murah ini tidak untuk jangka panjang.
Kemudian daging ayam dan daging sapi juga perlu sosialisasi terkait pemahaman rantai dingin (cold chain). Selain lebih murah tentu higienitasnya terjaga karena beku atau dibungkus vakum. Apalagi masyarakat sejak pandemi telah berubah pola preferensinya lebih kepada konsumsi daging beku. Hanya sebagian masih memilih daging potong segar.

Kondisi harga bahan pokok lain?

Semua sedang naik. Harga daging di luar negeri sedang naik. Minggu depan saya monitor harga dunia kedelai. Apakah berpengaruh ke harga jual tempe. Jadi, 11 bahan pokok harus diperhatikan satu per satu. Pertama, yang dijaga adalah ketersediaan stok. Kedua, harga harus bisa dikendalikan dengan baik.
Kalau stok tersedia minimal orang masih bisa makan dan beli. Tetapi kalau sebanyak uang dipunya namun barang tidak ada, mau makan apa? (X-3)