Modal Besar Massker di Bumi Lahar

PILKADA Kabupaten Karangasem, Bali, 2020 diwarnai pecah kongsi. Bupati dan wakil bupati saat ini, I Gusti Ayu Mas Sumatri dan I Wayan Artha Dipa, 'bercerai' untuk kemudian menjadi berhadapan dalam kompetisi.

Ayu Sumatri tetap maju sebagai calon bupati dan dipasangkan dengan dengan I Made Sukerana. Sukerana ialah Wakil Bupati Karangasem saat mendampingi Wayan Geredeg.

Adapun I Wayan Artha Dipa digaet PDIP untuk dicalonkan sebagai pendamping calon bupati I Gede Dana. Gede Dana ialah politikus senior PDIP dengan jabatan terakhir Ketua DPRD Karangasem.

Dari peta kekuatan, I Gusti Ayu Mas Sumatri-I Made Sukerana selain diusung enam partai politik, juga didukung logistik kuat. Sebab, suami Mas Sumatri yakni I Gusti Made Tusan dikenal sebagai pengusaha sukses.

Mas Sumatri pun punya modal politik dan sosial yang besar. Sebagai bupati petahana, dia tak punya cacat hukum. Selama memimpin 'Bumi Lahar', ia juga menorehkan banyak keberhasilan.

Pengamat politik dari Universitas Pendidikan Nasional Denpasar I Nyoman Subanda menilai Mas Sumatri telah menanamkan banyak investasi di tengah masyarakat. Sebagai petahana, yang bersangkutan juga memiliki kedekatan dengan birokrat, tokoh-tokoh masyarakat, hingga masyarakat adat. "Tentu banyak investasi yang sudah diperbuat selama memimpin Karangasem," ujarnya.

Investasi tersebut antara lain memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat di sejumlah wilayah, terutama pada musim kemarau. Pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial terbilang sukses pula.

Subanda memprediksi peluang Mas Sumatri-Made Sukerana untuk menang saat ini 55%. Optimisme pun diungkapkan Partai NasDem yang merupakan salah satu partai pengusung paslon nomor 2 itu.

"Ada sejumlah modal yang menguatkannya. Misalnya, I Gusti Ayu Mas Sumatri tidak memiliki cacat hukum. Suaminya menjadi motor penggerak utama ormas Gerakan Masyarakat Terpadu yang memiliki struktur yang rapi hingga ke tingkat desa. Calon wakilnya, I Made Sukerana, juga tidak ada cacat hukum," jelas Ketua Fraksi NasDem DPRD Karangasem I Gusti Subagiartha.

Sebagai perempuan, Mas Sumatri juga lebih mudah mendekati kaum perempuan dan ibu-ibu. Yang harus diwaspadai kini ialah kampanye negatif yang gencar dilancarkan untuk menyudutkan Mas Sumatri-Made Sukerana.

Ketua DPD Partai Golkar Karangasem I Gusti Ngurah Setiawan tak kalah yakin bahwa pasangan yang dikenal dengan paket Massker itu bakal unggul. Dia bahkan percaya diri dengan menargetkan kemenangan 65%. "Melihat kondisi semangat relawan, partai pengusung, dan internal Partai Golkar, saya optimistis Massker menang."

 

Sulit ditembus

Menurut Ketua DPD Golkar Bali, I Nyoman Sugawa, kekuatan lain pada pasangan Massker ialah terjalinnya kolaborasi antara mantan bupati Wayan Geredeg (2005-2015) dan tokoh Karangasem, I Gusti Made Tusan, yang notabene suami Mas Sumatri.

"Jadi kalau ibarat peperangan, ini pertahanan Massker melalui Wayan Geredeg dan Gusti Made Tusan selaku tokoh masyarakat sangat solid dan sulit ditembus," tuturnya.

Meski begitu, I Gede Dana-I Wayan Artha Dipa tak bisa dipandang ringan. Eksistensi PDIP sebagai pendukung utama adalah kekuatan besar, apalagi mereka siap habis-habisan untuk memenangi kontestasi. Bahkan, tak cuma dari Karangasem, PDIP juga menugasi kader dari luar wilayah seperti Buleleng, Gianyar, dan Klungkung untuk terjun langsung sebagai juru kampanye.

PDIP Bali di bawah kendali Wayan Koster memang total dalam upaya memenangi Pilkada Karangasem. Mereka sadar betul bahwa rival yang dihadapi sangat kuat sehingga semua daya upaya dikerahkan. Sampai-sampai ada istilah bahwa PDIP melancarkan gempuran multinasional.

Dalam pengamatan Subanda, pasangan I Gede Dana-I Wayan Artha juga punya modal cukup komplet. "Iya, kombinasi figur, potensi, latar belakang, pengalaman, dan kekuatan partai akan saling menguatkan," tandasnya. (X-8)