Mudahkan Akses Petani, BRI Agro Gandeng TaniHub

 

BRI Agro menandatangani nota ke­sepahaman dengan TaniHub Group untuk menunjang pertumbuhan ekosistem digital sektor keuangan dan perbankan bagi petani.

Direktur Teknologi dan Operasi BRI Indra Utoyo mengatakan kerja sama pihaknya dengan salah satu perusahaan teknologi agribisnis itu sebagai upaya perusahaan melakukan transformasi digital untuk memperluas pasar di segmen digital, khususnya di bidang pertanian.

“Diharapkan kerja sama lewat Program Indonesia Tani ini menjadi katalis untuk memajukan industri pertanian dan meningkatkan ke­sejahteraan petani,” ungkap Indra dalam acara penandatanganan nota kesepahaman itu, kemarin.

Perjanjian kerja sama itu ditandatangani oleh Direktur Utama BRI Agro Ebeneser Girsang dan CEO TaniHub Group Ivan Arie Sustiawan. Dengan kerja sama itu, BRI Agro dan TaniHub Group berupaya memudahkan akses pembiayaan bagi petani, mempermudah akses penjualan sarana produksi dan hasil pertanian, serta memperbaiki masalah supply chain di industri pertanian dengan pendekatan digital.

Lingkup kerja sama antara BRI Agro dan TaniHub Group berupa pembiayaan untuk petani dari BRI Agro melalui TaniFund, pembuatan digital marketplace pertanian, dan sejumlah inisiatif lainnya.

“Sebagai anak perusahaan BUMN, kami siap terus berinovasi untuk usaha pemulihan ekonomi nasional yang juga diamanatkan oleh Kementerian BUMN untuk BRI Group. Kami melihat TaniHub Group merupakan partner yang tepat bagi kami, melihat inovasi dan pengalaman mereka sebagai perusahaan agri-tech yang sudah berdiri sejak tahun 2016,” tambah Ebeneser.

Sejalan dengan Ebeneser, Ivan Arie menambahkan kolaborasi itu dapat membawa peran besar dalam peningkatan kesejahteraan petani Indonesia.

“Petani tidak perlu lagi khawatir mengenai salah satu masalah terbesar mereka, yakni akses permodalan. Bahkan dengan ekosistem TaniHub Group, para petani juga mendapatkan jaminan pasar,” ujarnya.

Berdasarkan data BPS, di triwulan III 2020, sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang masih bisa tumbuh sebesar 2,15% yoy pada saat pandemi covid-19. (Des/E-2)