Oki Muraza Ilmuwan Berpengaruh Dunia

 

UNIVERSITAS Stanford di Amerika Serikat mengeluarkan daftar 2% tokoh ilmuwan paling berpengaruh di dunia. Di antara nama-nama ilmuwan kelas dunia tersebut, nama pakar energi asal Indonesia Oki Muraza, 48, masuk di dalamnya.

Menurut Web of Knowledge, Clarivate Analytics, Oki pernah tercatat sebagai ilmuwan paling produktif di bidang catalytic cracking untuk mengolah minyak bumi menjadi BBM dan petrokimia.

Pria keturunan Minangkabau itu juga menjadi salah satu ekspatriat yang berhasil memenangi dana penelitian dari berbagai proyek penelitian yang terbesar di KFUPM. Total sekitar US$6,2 juta sudah dimenangi Oki dari berbagai perusahaan energi dan petrokimia.”Saat ini saya aktif
mengerjakan proyek penelitian bersama Saudi Aramco untuk memproduksi katalis untuk kilang minyak dan gas bumi khususnya katalis untuk proses perengkahan minyak bumi,” kata Oki kepada Media Indonesia, kemarin.

Oki dan timnya dari Saudi Aramco dan SABIC, dua perusahaan terbesar di Arab Saudi, telah mengajukan sejumlah paten untuk melindungi penemuan mereka. Paten tersebut telah dijamin United States Patent and Trademark Office (USPTO).

“Selain mengembangkan katalis untuk kilang minyak, saya juga mengembangkan katalis hilirisasi gas bumi menjadi produk petrokimia,” ucapnya. Bersama perusahaan petrokimia, Oki mengembangkan katalis untuk memproduksi olefins (bahan baku polimer di industri petrokimia) dari metanol.

Menurutnya, penelitian ini juga sangat strategis bagi Indonesia yang saat ini sedang mengembangkan produksi dimethyl ether (DME) dari batu bara. “Batu bara muda yang tidak dapat dijual mentah dapat diolah menjadi gas sintesis (syngas), kemudian syngas menjadi methanol dan DME,” ucap Oki yang mengaku gemar menulis dan berkunjung ke daerah baru.

Ia berharap, ke depan Indonesia dapat segera meraih kemandirian energi. “Dengan peningkatan kapasitas kilang minyak dan produksi BBM sebagai turunan dari gas alam dan batu bara muda,” ujarnya.

Dari Delft

Oki bekerja di bidang energi sejak lulus S1 Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung. Saat itu, ia bekerja sebagai production supervisor di Perusahaan Migas lepas pantai Repsol YPF Maxus, yang sekarang dikenal sebagai Pertamina Hulu Energi OSES.

Pada saat di Maxus, Oki mendapatkan beasiswa untuk S-2 di Technische Universiteit Delft Belanda. Kemudia ia melanjutkan program Doktor di bidang Teknologi Kimia di Technische Universiteit Eindhoven, Belanda.

“Di Belanda, saya mendapatkan undangan bekerja dari Petroleum Institute di Abu Dhabi yang saat itu berada dibawah Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) Group,” kata Oki.

Pada 2010 Oki mendapatkan tawaran bekerja sebagai skademisi di King Fahd University of Petroleum & Minerals (KFUPM) di Dhahran, Timur Arab Saudi. Di KFUPM, Oki mulai memimpin penelitian di bidang Katalis untuk Kilang Minyak yang didanai Saudi Aramco.

Dari pengalamannya selama kuliah di Deflt, hingga bekerja di Arab Saudi, Oki menerbitkan buku Dari Deflt hingga Madinah: Mencari Ilmu Memungut Hikmah pada 2017. ‘Buku ini unik, mengembara ilmu di Delft dan meningkatkan spiritual di Madinah. Ilmu tanpa spiritual hampa. Iman tanpa ilmu bisa tak teguh. Buku wajib bagi setiap orang yang mau meninggikan Islam’, demikian tanggapan Prof Azyumardi Azra. (H-3)