Otomotif Butuh Stimulus

 

DIREKTUR Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal menilai laju industri otomotif nasional saat ini belum se penuhnya pulih. Dia menilai industri otomotif baru bisa pulih paling cepat pada semester II 2021.

"Penjualan otomotif memang mulai menggeliat seusai anjlok di kuartal II, namun masyarakat–termasuk kelompok yang memiliki dispossible income tinggi–masih menunda pembeliannya," kata Faisal.

Agar perusahaan-perusahaan otomotif–termasuk para pemasoknya–bisa bertahan, pemerintah perlu memberikan stimulus yang tepat bagi mereka. Misalnya, dengan pemotongan tarif lis trik industri, pemotongan pa jak, subsidi gaji pegawai, dan lainnya.

Saat ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang mengusulkan insentif baru guna mendongkrak penjualan mobil baru. Kemenperin meminta adanya relaksasi pajak hingga menjadi 0% bagi pembelian mobil hingga Desember 2020. Usulan itu perlu mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Kementerian Keuangan. Namun, anggota Komisi XI DPR dari Partai NasDem Fauzi Amro menolak usulan itu.

Ia menilai APBN saat ini sedang butuh tambahan dana dari sektor perpajakan. "Efeknya pendapatan negara dari industri otomotif pasti ber – kurang drastis, sedangkan APBN kita perlu ada tambahan dari sek tor pajak," tuturnya kepada Me dia Indonesia.

Tren pemulihan Marketing and CR Divisian Head AI-DSO Hendrayadi Lastiyoso mengatakan selama dua bulan terakhir, yakni Juli dan Agustus 2020, penjualan Daihatsu baik retail maupun whole sales cukup baik.

Penjualan retail Daihatsu pada Juli 2020 tercatat sebesar 5.890 unit dan Agustus 2020 sebesar 6.300 unit. Adapun penjualan year to date (YTD) Agustus 2020 ter catat sebesar 65.767 unit. Secara persentase penjualan retail Daihatsu selama Juli-Agustus meningkat 7% lebih tinggi dari pa da kenaikan pasar secara ke seluruhan yang hanya 5,2%.

Bila dihitung secara tahunan, pen jualan Agustus turun 42,6%. Namun, masih lebih baik daripada penurunan pasar secara total yakni 46,2%. Adapun penjualan whole sale Daihatsu untuk Juli dan Agustus 2020 meningkat 328,3% jauh di atas kenaikan pasar secara total yang hanya sebesar 47,5%. Penjualan whole sale Daihatsu untuk YTD Agustus 2020 dibandingkan Agustus 2019 tercatat melemah 49,8%.

Namun, angka ini masih lebih baik daripada penurunan pasar yang mencapai 51,1%. Secara nasional hingga akhir Agustus 2020, Daihatsu masih tetap bertahan di posisi kedua baik di penjualan retail maupun whole sales di bawah Toyota yang menempati posisi teratas. Di sisi lain, guna mencegah pe nyebaran covid-19, Daihatsu me nerapkan standar baru penyerahan mobil kepada konsumen dengan menyemprotkan disinfektan dan memberikan satu bo tol disinfektan kepada pembeli mobil baru.

Chief Executive Offi cer (CEO) PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Supranoto di Jakarta menyebutkan standar baru di bagian penjualan ini berlaku di semua outlet Astra Daihatsu dan diler di seluruh Indonesia. Dengan cara ini kenyamanan konsumen diharapkan dapat tetap terjaga dan tak perlu waswas.

Kepedulian Daihatsu sudah di tunjukkan sebelumnya dengan penerapan protokol kesehatan ketat di area bengkel. Setiap mobil yang telah diservis dilakukan penyemprotan disinfektan pada bagian-bagian mobil yang banyak disentuh sebelum mobil diserahkan kepada pemiliknya.

After Sales Service Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Lili Herman menegaskan langkah itu ditempuh untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada konsumen.

Cintya Clarissa, salah seorang customer Daihatsu, mengapresiasi standar baru yang diterapkan Daihatsu. (Mir/E-1)