Pandemi, Disney Pangkas 28 Ribu Karyawan di AS

 

DISNEY mengumumkan rencana pemangkasan 28 ribu karyawan di taman bermain dan atraksi Amerika Serikat. Hal ini disebabkan ketidakpastian pemulihan akibat pandemi covid-19.

Pemangkasan karyawan ini diperlukan sebagai salah satu prasyarat protokol kesehatan terkait pembatasan jarak sosial. Kemudian diperburuk dengan pemberlakuan pembatasan ketat oleh pemerintah negara bagian California.

Sekitar dua pertiga dari karyawan yang terkena dampak adalah staf paruh waktu.

"Selama beberapa bulan terakhir, kami dipaksa untuk melakukan sejumlah penyesuaian yang diperlukan pada bisnis kami, dan sesulit keputusan ini sekarang, kami yakin langkah-langkah ini akan memungkinkan kami menjadi lebih efektif dan efisien. Beroperasi saat kembali normal," ujar Chairman of Disney Parks, Experiences and Products Josh D'Amaro, Selasa (29/9).

Baca juga: Akhir Bulan, Disneyland Tokyo Buka Area Beauty and the Beast

Langkah ini dilakukan setelah Disney mengalami kerugian 4,7 miliar dolar AS pada kuartal terakhir. Hal ini memukul bisnis taman hiburan hingga membuat beberapa rilis film besar tertunda.

Dampak negatif ini kemudian diimbangi dengan melonjaknya permintaan layanan streaming Disney+ yang akan menampilkan tayangan perdana Mulan serta Hamilton.

Untuk saham Disney turun 1,5% menjadi 123,57 dolar AS dalam perdagangan setelah jam kerja.(AFP/OL-5)