Pandemi Jadi Tantangan bagi Ulil Albab

PANDEMI covid-19 berpengaruh pada setiap aspek kehidupan manusia, mulai kesehatan, ekonomi, hingga sosial. Datangnya pandemi ini merupakan tantangan dari Allah kepada manusia untuk mengeksplorasi dan meneliti bagaimana sesungguhnya ciptaan-Nya.

Dikatakan Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Edy Meiyanto dalam Mimbar Online Ramadan 1442 H yang disiarkan di kanal Youtube UGM, Sabtu (17/4), bahwa umat Islam harus mengambil peran dalam memecahkan masalah covid-19.

Secara general, Allah telah memberikan perintah dan petunjuk tersebut dalam surah Al-Imran ayat 190 dan 191 yang memiliki arti berikut, ‘Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka’.

"Dalam hal ini, dua ayat di atas sering dibaca banyak ilmuwan yang membahas masalah ilmu pengetahuan agar mendorong semangat kita untuk belajar lebih banyak terkait dengan ciptaan Allah," kata Edy.

Ia menjelaskan, orang yang senantiasa mengingat Allah dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi disebut sebagai ulil albab. Manusia ulil albab bukan hanya patuh terhadap ajaran Allah dan rasul, melainkan juga mereka menggunakan akal dan kemampuan mereka untuk mendalami dan mengeksplorasi ciptaan Allah untuk kepentingan umat manusia.

Dalam hal pandemi covid-19, seorang ulil albab memiliki tugas untuk memecahkan masalah tersebut dengan melakukan penelitian sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. "Sekarang ini kita sedang diberikan PR dari Allah berupa pandemi covid-19. Selain kita harus ingat kepada Allah, kita juga harus mau mendalami dari berbagai aspek sesuai dengan kapasitas dan kesempatan yang kita miliki. Bisa dari aspek farmasi, biologi, ekonomi, hingga sosial," bebernya.

Perjalanan eksplorasi seorang ulil albab memiliki tantangan dan bisa saja terjadi kesalahan yang berdampak buruk bagi orang banyak. "Nanti bisa saja ada yang benar, ada yang salah karena ulil albab akan tahu bahwa saat meneliti banyak variabel yang tidak mampu dimasukkan pada kajian. Ada kemungkinan ada kesalahan dan bisa saja berdampak buruk. Maka ia berdoa jauhilah kami dari api neraka," ungkapnya.

Dengan upaya seorang ulil albab dalam memecahkan masalah yang diberikan Allah, niscaya mereka akan meningkatkan nilai seorang muslim dalam pandangan dunia keilmuwan.

"Allah sudah mendorong kita untuk memanfaatkan kemampuan kita dalam surah Al-Imran. Karenanya, insya Allah apa yang telah kita lakukan dengan sistematis akan dilimpahkan ilham kepada kita untuk kemaslahatan umat," pungkasnya. (H-3)