Pandemi Percepat Transformasi ke Bisnis Online

 

PENGAMAT ekonomi Andry Satrio dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai pandemi korona  mempercepat bahkan memaksa transformasi bisnis makanan dan minuman serta aktivitas jual belinya dari tradisional menjadi daring.

"Saat ini semua pihak dipaksa untuk beraktivitas secara daring dan menerapkan prinsip digitalisasi, kalau tidak kegiatan perekonomian serta bisnis akan mati," ujar Andry, Rabu (8/4).

Ia mencontohkan bagaimana pasar tradisional saat ini mau tidak mau harus bisa menjalankan prinsip pengantaran barang setelah menerima pesanan secara online atau via telepon agar tidak kalah dari kompetitor lainnya.

Di tengah pandemi covid-19, jelasny, semua aktivitas jual beli dilakukan secara daring dan menjalankan prinsip pengantaran, terutama untuk sektor restoran dan bisnis makanan-minuman dipaksa menjalankan bisnis secara daring.

"Transformasi itu sebelumnya tidak ada yang bisa secepat sekarang setelah munculnya pandemi. Supermarket pun sekarang bisa melayani pemesanan via aplikasi sosial media seperti Whatsapp," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Associate Peneliti ekonomi Indef yakni Muhammad Zulfikar Rakhmat yang menilai bahwa kalau melihat dari sisi positifnya, pandemi telah mengajarkan kepada semua pihak untuk bagaimana beraktivitas secara daring.

Menurut dia, saat ini semua orang bisa belajar dan mengetahui bagaimana sistem kerja, pendidikan dan sejumlah aktivitas bisnis bisa dilakukan secara daring, termasuk beraktivitas dari rumah.

"Ke depannya saya melihat akan banyak orang-orang baik di Indonesia maupun dunia bekerja dan beraktivitas secara online, karena pandemitelah membuka wawasan bahwa beberapa aktivitas termasuk bisnis bisa dimungkinkan melalui secara digitalisasi," kata Zulfikar. (OL-8).