Pascaliburan, DKI Pantau Kasus Baru

 

PASCALIBUR panjang (28 Oktober-1 November) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus memantau perkembangan kasus covid-19.

Pemantauan dilakukan karena banyak warga Jakarta yang berlibur ke luar kota serta sebaliknya. Hal itu dikhawatirkan akan memengaruhi lonjakan kasus baru covid-19.

"Dampak dari libur panjang terhadap tambahan kasus baru covid-19 baru dapat diketahui dalam tujuh sampai 14 hari sesuai masa inkubasi virus," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di Gedung DPRD DKI Jakarta, kemarin.

Pemantauan perkembangan kasus covid-19, lanjutnya, dilakukan melalui jajaran RT dan RW. Bagi warga yang memiliki gejala diharap tidak takut dan melapor kepada Gugus Tugas RT atau RW agar segera diberikan pelayanan kesehatan.

"Kita memantau terus perkembangan Gugus Tugas di RT dan RW dikoordinasi para lurah untuk memantau. Bila ada orang-orang yang memiliki keluhan akan dipandu segera ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan awal," tambah Anies.

Ia memastikan warganya telah kembali beraktivitas. Hal itu terlihat dari hasil pantauan Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang menyebutkan mobilitas warga sudah mulai meningkat sejak kemarin. Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu berharap tidak ada lonjakan kasus covid-19 seusai libur panjang.

"Saat ini persentase keterisian kapasitas ruang rawat pasien covid-19 di Jakarta berada di batas aman, yakni 55%. "Untuk ICU keterisiannya 58%. Tentu kita tidak berharap ini melonjak," tambah Anies.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak kendur dalam melaksanakan protokol kesehatan dan terus disiplin.

Jalani swab

Di tempat terpisah, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Yudi Dimyati, mengatakan sebanyak 303 warga di wilayahnya akan menjalani swab test. Sebabnya, para warga tersebut baru tiba dari luar Jakarta pascalibur panjang.

Data warga yang hendak melakukan swab test itu, lanjutnya, didapat dari Gugus Tugas RT dan RW yang mendata siapa saja warga ke luar kota maupun pendatang.

"Biaya swab test gratis sebagai bagian dari langkah pencegahan penyebaran virus covid-19. Untuk jadwal pelaksanaan swab test masih akan dikoordinasikan dengan para warga. Pelaksanaan swab test di puskesmas yang berdekatan dengan domisili warga," tambah Yudi.

Di sisi lain, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan penegasan pemerintah agar masyarakat tetap berhati-hati dalam menjalankan kegiatan ekonomi harus diikuti dengan langkah nyata upaya pencegahan penyebaran covid-19 dalam kehidupan sehari-hari.

"Kondisi ekonomi nasional saat ini memang memerlukan dorongan kegiatan ekonomi agar kita bisa lepas dari jeratan resesi. Konsekuensi dari kebiajkan itu upaya pencegahan penyebaran covid-19 pun harus ditingkatkan," jelasnya dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Lestari, hal terpenting dalam peningkatan kegiatan ekonomi di masa pandemi ialah terlebih dulu meningkatkan upaya pencegahan covid-19 di tengah masyarakat. (*/X-7)