Paslon BHS-Taufiq Ingin Sidoarjo Jadi Lumbung Padi

 

PASANGAN calon Bupati dan Wakil Bupati Bambang Haryo Soekartono-M Taufiqulbar (BHS-Taufiq) siap menjadikan Sidoarjo sebagai daerah lumbung padi. Keinginan paslon nomor urut 1 yang diusung lima partai yakni Gerindra, Golkar, PPP, PKS, dan Demokrat itu disampaikan saat berdialog dengan para petani di Desa Segodobancang dan Desa Kemuning Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo, Selasa (20/10). Dalam dialog tersebut diketahui, para petani ternyata hanya bisa panen dua kali dalam setahun. Hal ini disebabkan kurangnya air di kala musim kemarau.

"Para petani panen hanya dua kali setahun karena setiap musim kemarau susah mendapat pasokan air. Padahal air dari Brantas mengalir dengan bagus, bahkan di musim kemarau debit airnya juga mencukupi. Ini yang bakal saya kawal," kata Bambang Haryo.

Menurut Bambang Haryo, hal ini akibat manajemen pintu air yang sering terjadi kesalahan. Bambang Haryo melihat banyak pintu air tak dikendalikan dan sebagian lagi justru dibiarkan rusak.Manajemen pintu air ini, kata Bambang Haryo, harus dibenahi untuk meningkatkan produktivitas petani. Apabila manajemen pintu air dijalankan secara benar, petani bisa diupayakan panen tiga bahkan empat kali dalam setahun.Produktivitas petani ini akan bisa ditingkatkan apabila jugs didukung ketersediaan stok pupuk. Sebab stok pupuk terkadang menipis di pasaran saat musim tanam dan justru pupuk subsidi melimpah saat musim panen.

Pihaknya bakal mengawal distribusi pupuk bersubsidi agar sampai ke petani dengan catatan agar bisa panen tiga kali sesuai dengan harapan Presiden Jokowi. Apalagi Jokowi sudah menggelontorkan pupuk untuk lahan 11 juta hektar dengan hitungan tiga kali masa panen.

"Kenyataannya di lapangan banyak petani yang hanya satu sampai dua kali panen setahun. Kenapa stok pupuk susah didapatkan, ini harus diselesaikan hingga ke Menteri Pertanian. Pupuk bersubsidi ini akan saya kawal agar bisa sampai ke petani dengan harga subsidi sesuai yang ditetapkan pemerintah," ujarnya.

Tidak hanya itu, Bambang Haryo juga bakal memberikan bantuan bibit untuk petani. Dia mencontohkan untuk petani Desa Segodobancang yang biasanya menggunakan bibit Serang, maka bakal diberi bantuan bibit itu. Apalagi dengan bibit padi Serang dalam tiga bulan petani bisa panen. Jika diterapkan maka tidak menutup kemungkinan para petani di Sidoarjo bakal bisa panen empat kali dalam setahun.

baca juga: Ada Polisi di Pilkada Kaltara

Bambang Haryo menambahkan, hasil panen petani seharusnya juga tidak boleh kurang dari delapan ton per hektarenya. Namun petani di Sidoarjo rata-rata hanya menghasilkan empat sampai enam ton per hektare. Rendahnya hasil panen ini juga akibat adanya hama yang muncul setiap tahun. Baik itu hama wereng ataupun tikus yang seharusnya bisa ditangani pemerintah melalui para petugas penyuluh lapangan pertanian. (OL-3)