Pemda Harus Kontinu Evaluasi Penerapan Prokes

 

SATGAS Penanganan Covid-19 mengimbau semua pemerintah daerah untuk terus-menerus mengevaluasi penerapan protokol kesehatan (prokes) untuk menekan dan mencegah penyebaran covid-19. Satgas menyayangkan pada pekan ini terjadi peningkatan signifikan angka keterpaparan warga.

Dalam perkembangan penanganan covid-19 pekan ini, terjadi peningkatan yang signifikan pada zona merah (risiko tinggi). Zona itu bertambah menjadi 27 kabupaten/kota dari pekan lalu sebanyak 19 kabupaten/kota. Sebaliknya zona oranye (risiko sedang) menurun menjadi 370 dari pekan sebelumnya sebanyak 371 kabupaten/kota.

Pada zona kuning (risiko rendah) pekan ini jumlahnya turun menjadi 97 kabupaten/kota dari sebelumnya 104 kabupaten/kota.

Zona hijau (tidak ada kasus baru) meningkat dari 8 menjadi 9 kabupaten/kota. Namun, zona hijau (tidak terdampak) menurun dari 12 kabupaten/kota menjadi 11 kabupaten/kota.

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, perkembangan pekan ini terlihat menuju arah yang kurang baik.

“Sangat disayangkan, terdapat 33 kabupaten/kota yang sebelumnya berada di zona kuning berpindah menjadi zona oranye,” katanya melalui konferensi pers secara daring.

Pada pekan ini, yang menjadi sorotan ialah 19 kabupaten/kota yang berpindah dari zona oranye ke zona merah. Padahal, sebelumnya wilayah di zona oranye seharusnya bisa berpindah ke zona kuning.

“Apabila masyarakat dan pemerintah daerah lengah, kabupaten/kota di zona oranye dapat berpindah ke zona merah dan ini terjadi pada 19 kabupaten/kota pekan ini. Ini menunjukkan pemerintah daerah dan masyarakatnya benar-benar lengah,” tegas Wiku.

Sembilan belas daerah yang dimaksud ialah Kota Bengkulu, Bantul, Karawang, Bekasi, Cilacap, Magelang, Karanganyar, Semarang, Kota Tegal, Tanah Bumbu, Kotawaringin Timur, Sukamara, Sumbawa, Kota Bima, Kota Kupang, Banggai Kepulauan, Kota Tomohon, Tanah Datar, dan Kota Gunungsitoli.

Wiku menyayangkan hal itu bisa terjadi. Ia meminta daerah-daerah tersebut harus segera mengevaluasi penerapan protokol kesehatan.

Masyarakat harus dipastikan menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).

Pemerintah setempat pun menegakkan disiplin kepada masyarakat yang masih abai protokol kesehatan.

Ruang isolasi

Upaya antisipasi untuk menekan penaikan keterpaparan warga terhadap covid-19 dilakukan Pemerintah Kota Bandung dengan meminta setiap kecamatan membuat atau memanfaatkan ruang-ruang untuk tempat isolasi bagi pasien yang terindikasi atau terkonfirmasi.

Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan hal itu dilakukan sebagai antisipasi sehingga tidak terlalu mengandalkan kapasitas ruang isolasi di tingkat kota.

“Khawatir saja ruangan isolasi itu mengandalkan yang disiapkan oleh pemerintah kota, ya. Tapi gugus tugas kecamatan itu kita dorong agar harapannya ada rumah singgah untuk isolasi,” kata Ema, kemarin.

Saat ini, menurutnya, okupansi tempat tidur di rumah sakit atau tempat isolasi yang menangani covid-19 di Kota Bandung sudah mencapai angka 76%. Padahal, kata dia, seharusnya kapasitas itu ja­ngan lebih dari 60%. (Ant/H-1)