Pemkot Bogor Genjot Sektor Pariwisata

 

BERBAGAI cara untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi covid-19 terus dilakukan Pemerintah Kota Bogor. Sektor pariwisata dianggap paling berpotensi untuk menumbuhkan perekonomian saat ini. Untuk itu, Pemkot Bogor mulai menguatkan kolaborasi dan beradaptasi untuk menggenjot sektor pariwisata.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan kolaborasi dan adaptasi merupakan dua langkah yang dapat memenangi pertarungan melawan pandemi covid-19 sekaligus membangun kembali perekonomian, khususnya industri pariwisata. Bima mengatakan, di tengah pandemi saat ini, setiap pihak tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, tapi harus berkolaborasi.

“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri, pemilik dan pengelola hotel dan restoran juga tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, tapi harus berkolaborasi,” kata Bima saat membuka sosialisasi CHSE (Clean, Health, Safety, Environment) untuk hotel dan restoran Kota Bogor, di Kota Bogor, Jumat (13/11).

Strategi lain untuk membangkitkan sektor pariwisata, lanjut Bima, Pemkot Bogor akan menggenjot perputaran uang sehingga terus mengalir.

“Middle up saat ini spending saja, selama uang masih ada ya spending. Spending-nya ya ke UMKM dan lain-lain. Saya berusaha setiap akhir pekan itu menginap di hotel,” ungkapnya.

Sekarang, lanjutnya, semua prog­ram pemerintah pun tujuannya ialah spending. Dia menyebut Kementerian Pariwisata saja menggelontorkan uang Rp73 miliar untuk Kota Bogor.

“Bukan untuk dihambur-hamburkan tidak jelas, melainkan harus diputar semua. So far, kondisi ekonomi berbeda dengan 1998. Di 98 makronya jelek, kemudian tidak punya cadangan devisa untuk hibah bansos. Sekarang, kondisi makro kita baik, dan kita punya cukup banyak cadangan untuk program-program seperti ini,” tambah dia.

Tempat wisata baru

Bima Arya juga menyatakan Pemkot Bogor juga punya program menciptakan tempat wisata alam baru. Misalnya di Mulyaharja, Bogor Selatan. Dia menyebutkan di sana akan ada tempat wisata yang jadi primadona. Dana Rp2,8 miliar telah digelontorkan dan pengerjaannya akan dikebut agar selesai pada Desember ini.

“Di sana kita kemas dalam Mulyahar­ja Festival. Kita berharap nginep-nya di hotel-hotel sekitar. Targetnya orang menginap dan spending. Nanti di titik-titik lain, kita buka juga. Event-event kita dorong juga dengan protokol kesehatan. Kita ingin agar kita semua bisa beradaptasi,” pungkasnya.

Kepala Disparbud Kota Bogor Atep Budiman mengatakan sosialisasi CHSE ini merupakan bagian dari hibah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Banyak hal penting yang kami catat dalam diskusi, yang kemudian menjadi bahan kami ke depan. Keberadaan dinas pariwisata bersama-sama dengan pelaku usaha di sektor ini, untuk meningkatkan kembali kualitas sinergi kita. Baik dalam konteks perizinan, bersama-sama membawa pariwisata di Kota Bogor ini menjadi lebih baik lagi,” ungkap Atep.

Pandemi covid-19, lanjutnya, membuat sektor hotel dan pariwisata merasakan dampaknya. Namun diakuinya, perhatian dari pemerintah pusat dan pemerintah Kota Bogor sangat besar pada pariwisata. (E-3)