Penyelenggara Pilkada Jalani Tes Cepat

 

PEMERINTAH menggelar tes cepat kepada seluruh penyelenggara pemilihan kepala daerah maupun pihak terkait untuk mencegah penyebaran covid-19.

Sebanyak 7.119 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan perlindungan masyarakat (linmas) menjalani tes cepat menjelang pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Bengkulu di Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu sejak Kamis (26/11) hingga hari ini.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu, Martawansyah, menyatakan tes cepat berlangsung 5 hari secara bergiliran karena jumlah KPPS dan linmas mencapai 7.119 orang.

Hasil tes cepat akan disampaikan pihak RSHD ke KPU Kota Bengkulu dua hari kemudian untuk membuktikan anggota KPPS dan linmas bersih dari paparan covid-19. Jika ada yang reaktif, orang bersangkutan harus menjalani isolasi mandiri di rumah atau tempat yang disediakan pemerintah.

“Jika dalam beberapa hari setelah isolasi dan saat tes kembali dan hasilnya negatif, orang bersangkutan boleh ikut menjadi panitia pemungutan suara di TPS masing-masing,” imbuhnya.

Sebaliknya, jika setelah melakukan isolasi, tetapi keadaan tak berubah apalagi semakin memburuk, yang bersangkutan harus menjalani isolasi dan pengobatan lebih lanjut. “Dia tak diizinkan menjadi anggota KPPS serta posisinya akan segera digantikan dengan orang yang ditentukan KPU Kota Bengkulu,” imbuhnya.

Di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, sebanyak 873 anggota KPPS dan linmas se-Kecamatan Tanjung Raya menjalani tes cepat selama seharian, Sabtu (28/11). Rapid test merupakan syarat mutlak bagi anggota KPPS dan linmas dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Tes cepat juga berlangsung di Kabupaten Bangka Barat terhadap 3.600 petugas KPU, Panwaslu, maupun linmas, sejak 28-30 November. “Sebelum bertugas harus kita pastikan selurus petugas bebas covid-19,” tegas  Ketua KPU Kabupaten Bangka Barat, Pardi, Minggu (29/11).

Taat prokes

Kepedulian atas kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa yang maju sebagai calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Surakarta. Mereka memberlakulan tes cepat bagi 1.231 saksi yang akan bertugas di TPS pada 9 Desember nanti.

Wakil Ketua II Tim Pemenangan Paslon Gibran-Teguh, YF Sukasno, menyebutkan pihaknya melakukan tes cepat untuk melindungi para saksi dan merupakan komitmen tim paslon nomor urut 1 untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes).

“Kami tidak ingin ada muncul klaster baru di pilkada. Rapid test ini merupakan instruksi langsung Ketua DPC PDIP Surakarta FX Hadi Rudyatmo,” tutur dia, Minggu (29/11).

Sukasno membenarkan tes cepat bagi saksi di TPS memang tidak diatur KPU. Petugas yang wajib melakulan tes cepat hanyalah penyelenggara pilkada. Meski begitu, tim pemenangan Gibran-Teguh berkomitmen dan berinisiatif mematuhi prokes dengan melakukan tes cepat kepada 1.231 saksi pada 1 Desember.

Sebaliknya, kubu paslon nomor 2, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo), tenang-tenang saja dengan alasan tidak ada aturan KPU yang menyebutkan saksi harus menjalani tes cepat sebelum bertugas di TPS.

“Tidak ada aturan rapid test dari KPU terhadap saksi. Kalau sampai diminta saksi harus jalani rapid test, berarti pemilih juga harus rapid test,” cetus Ketua Tim Pemenangan Bajo, Sigit Prawoso. (YH/RF/WJ/N-1)