Perajin Tanggulangin Cerdas Atasi Pagebluk

 

WAKIL Ketua DPR RI Rachmat Gobel menyambangi para perajin berbahan kulit di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, kemarin. Para perajin mengaku pandemi sangat berdampak pada usaha mereka.

Namun, di balik masalah yang mengimpit itu, ternyata ada sejum- lah perajin yang mampu keluar dari masalah. Direktur Industri Kecil dan
Menengah, Kimia, Sandang, Aneka, dan Kerajinan, E Ratna Utarianingrum, yang ikut dalam kunjungan itu mengungkapkannya.

“Beberapa perajin Tanggulangin yang cerdas melakukan diversifi kasi produk, sesuai dengan kondisi pandemi. Mereka membuat masker dari kain atau sandal yang ternyata banyak disukai konsumen karena harus banyak diam di rumah selama masa pandemi,” tuturnya.

Dia menambahkan, sudah menjadi tugas Kementerian Perindustrian untuk mendorong produktivitas dan memfasilitasi perajin meningkatkan
kompetensinya. Di antaranya dengan mendampingi dalam penataan, penampilan ruang pamer agar lebih menarik, serta meningkatkan kompetensi penjahit dan tukang pola.

“Hal-hal seperti itu nanti akan dikolaborasikan dengan beberapa pemangku kepentingan. Untuk meningkatkan kualitas dan usaha perajin Tanggulangin bisa dikeroyok perindustrian, perdagangan, dan perbankan,” tandasnya.

Kepada perajin, Rachmat Gobel meminta mereka untuk melakukan penjualan produk secara daring. “Saya lihat, kemandirian perajin untuk
memasarkan produk secara daring masih kurang. Saatnya pemerintah mendampingi perajin untuk membuat bisnis daring, mungkin khusus produk kulit dari Tanggulangin.”

Di Kendal, Jawa Tengah, PT Inizio, produsen mebel berbasis UMKM, justru mampu meningkatkan kinerjanya di masa pandemi. “Kami sudah berproduksi selama 15 tahun dan 95% produksi diekspor. Di masa pandemi, order kami justru meningkat 30% jika dibandingkan dengan sebelumnya,” kata sang pemilik, Efran.

Kemarin, Gubernur Ganjar Pranowo mendatangi perusahaan ini. “Saya ikut bangga. Di tengah pagebluk, ada perusahaan yang justru mengalami kenaikan order sehingga para karyawan bisa tetap aman bekerja.”

Perusahaan ini memproduksi furnitur luar ruangan berbahan kayu dan plastik sintetis. Mereka memiliki 300 karyawan yang tidak pernah berhenti bekerja di masa pandemi. (HS/HT/N-2)