Perawat Siap Divaksin

 

PERSATUAN Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menyatakan kesiapannya dalam mendukung dan menyukseskan program vaksinasi bertahap yang akan mulai dijalankan pemerintah dalam waktu dekat. Berdasarkan hasil survei internal yang dilakukan secaraacak oleh PPNI sejak Desember 2020 dan disebarkan secara daring ke anggota PPNI di seluruh Indonesia, 82.04% dari total 1.700 responden menyatakan bersedia menerima vaksin sebagai kelompok pertama yang diprioritaskan oleh pemerintah.

“Tenaga kesehatan, termasuk di antaranya perawat, merupakan kelompok dengan beresiko tinggi terinfeksi virus covid-19 karena kami bertugas di lingkungan yang kondisinya lebih rentan jika dibanding dengan kelompok masyarakat lain. Karena itulah, perlindungan kepada tenaga kesehatan harus ditingkatkan, salah satunya dengan vaksinasi,” ungkap Ketua Umum PPNI Harif Fadhillah, kemarin.

Dia mengakui sebelumnya ada keraguan di kalangan para perawat terkait vaksinasi yang disebabkan oleh disinformasi terkait vaksin dan ketakutan mereka secara pribadi terhadap jarum suntik. “Meski kami sebagai perawat sudah terbiasa menyuntik orang, ada juga yang dirinya sendiri takut disuntik,” ujar Harif.

Harif menyatakan bahwa ia siap menjadi perawat pertama di Indonesia yang divaksin. “ Sebagai perawat, kita bekerja dalam kondisi lingkungan yang sangat membahayakan diri kita. Vaksin ialah salah satu upaya proteksi tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Satgas Penanganan Covid-19 saat ini telah membentuk bidang baru, yaitu Bidang Perlindungan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, hal ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan tenaga medis.

“Tak kalah pentingnya untuk menurunkan penambahan angka kematian tenaga kesehatan akibat covid-19 dengan pendekatan promotif dan preventif, serta kuratif dan rehabilitatif melalui respons cepat,” kata Wiku di Istana Kepresidenan Jakarta. (Fer/H-1)