Pesan Kehidupan Andy

LEWAT acara bincang-bincang Kick Andy yang ia bawa sejak 14 tahun lalu, Andy F Noya telah lekat dengan citra inspiratif. Narasumbernarasumber yang ia hadirkan di Kick Andy selalu membawa kisah perjuangan hidup serta ketulusan untuk kepentingan yang lebih luas.

Sebab itu pula, Kick Andy kemudian tidak sekadar sebuah tayangan, tetapi juga melahirkan gerakangerakan sosial. Dari perjalanan Kick Andy itu serta perjalanan hidupnya sendiri, Andy kemudian membuat refleksi kehidupan yang ia tuangkan dalam bentuk catatan pesan. Catatancatatan berisi kisah-kisah kebaikan dan kebahagiaan inilah yang diangkat dalam episode berjudul Andy’s Notes. Andy berharap dapat menjadi pengingat dan inspirasi kepada generasi muda untuk terus menyebarkan kebaikan.

Berikut delapan catatan tersebut: 

1. Dulu saya malu punya ayah montir mesin tik dan ibu tukang jahit. Setelah mereka meninggal, saya baru memahami nilai seseorang bukan diukur dari pekerjaannya.

Catatan ini memberi gambaran akan kehidupan sulit Andy di masa kecil. Pada beberapa kesempatan, pria kelahiran Surabaya, 59 tahun
lalu tersebut menceritakan tentang ekonomi keluarganya yang amat terbatas.

Saat membahas catatan ini Andy mengungkapkan bahwa ayahnya seorang montir mesin ketik dan sang ibu seorang penjahit. “Kami hidup kan dari kamar kecil di garasi rumah orang. Jadi ada perasaan tidak ada kebanggaan bahwa orangtua saya hanya montir mesin ketik dan tukang jahit. Dulu saya marah kepada Tuhan karena saya anak bungsu yang lahir ketika orangtua miskin,” tutur Andy.

Pria yang sejak kecil senang dengan tulis-menulis itu mengaku pikirannya baru terbuka setelah menjadi jurnalis. Di pekerjaannya itu Andy yang lulusan Sekolah Tinggi Publisistik (sekarang Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta) bertemu dengan banyak orang ekonomi lemah tapi mampu berbuat besar di tengah keterbatasan.

2. Saya beruntung menemukan lentera jiwa atau passion dalam dunia tulis-menulis sehingga beker ja sebagai jurnalis bagi saya ibarat rekreasi. Kebahagiaannya ja di berlipat karena untuk me lakukan kesenangan itu, saya di bayar. Berbahagialah orang yang sudah menemukan lentera jiwanya.

Lentera Jiwa adalah perlambang yang dibuat oleh Andy Noya untuk sesuatu hal yang ia kerjakan sepenuh hati dan ia senangi. Ia merasa pekerjaan tersebut mampu melengkapi hidupnya. Ia telah menemukan lentera jiwanya saat ia menjadi wartawan.

“Banyak anak-anak yang sedang belajar, tetapi mereka menekuni bidang yang tidak mereka sukai dan mereka tidak menemukan kebahagiaannya. Saya merefleksikan hal tersebut di kehidupan saya, oh Tuhan beruntung sekali saya, walaupun orangtua dulu masukin saya ke STM jurusan mesin, tetapi akhirnya bisa jadi wartawan sesuai dengan lentera jiwa saya. Ini dunia yang aku cita-citakan dulu dan aku beruntung menemukan lentera jiwaku,” tukas Andy.

3. Saya tidak percaya sesuatu yang diperoleh secara instan akan langgeng. 

Proses tidak akan mengkhianati hasil. Setiap orang yang berhasil pasti akan melalui proses panjang dalam hidupnya. Demikianlah keyakinan yang selalu dipegang Andy Noya. Kurangnya ketekunan anak muda dalam berproses merupakan kondisi yang kerap dilihat Andy saat ini. Salah satunya dalam fenomena startup. Meski banyak anak muda yang berhasil, banyak pula yang hanya berambisi untuk secepatnya menjadi kaya.

Menurut Andy, meski kemajuan teknologi telah membantu percepatan proses kerja, usaha keras dan ketekunan tetap yang menentukan.
“Mereka yang mencoba untuk sukses tenpa melalui proses itu biasanya gagalnya cepet. mereka yang berusaha dengan cara-cara yang kotor untuk menduduki satu jabatan, enggak akan langgeng, mereka itu tidak teruji,” tegas Andy.

4. Bagi saya, nama ibarat sebuah brand yang harus dijaga dengan baik. Sekali nama kita tercemar, seumur hidup brand kita akan
rusak.

Andy amat percaya jika nama ibarat sebuah doa suci yang selalu dipanjatkan orangtua kita. Sebab itu, nama harus dijaga, jangan sampai tercemar oleh sifat dan tabiat yang buruk.

“Saya selalu mengingatkan orang, ‘kamu mungkin sekarang masih belum punya nama, belum dikenal luas, tapi dari awal kamu harus tahu bahwa namamu adalah brand-mu. Namamu ini adalah lembaga yang nanti kalau kamu coreng maka namamu ini tidak akan bisa jadi
lembaga yang dipercaya lagi’,” terangnya.

5. Ketika kita merasa Tuhan tidak adil, mungkin Tuhan sedang menggembleng kita agar lebih kuat sebelum memberi mandat dan tanggung jawab yang besar.

Kembali berkaca dari perjalanan hidupnya sendiri, Andy berpesan untuk selalu melihat sisi positif dalam kehidupan. Meski terasa amat sulit, bisa jadi perjalanan hidup itu justru hadiah indah dari Tuhan.

“Kadang-kadang kita enggak ngerti apa rencana Tuhan dan kita marah kepada Tuhan. Sebaiknya kita introspeksi, ‘Tuhan terima kasih engkau telah memberikan cobaan ini, gemblengan ini, karena aku tahu, engkau akan memberikan aku tugas mulia yang lebih berat, tapi aku lebih siap’,” ujar Andy.

6. Arti sukses bagi saya ialah ketika apa yang saya lakukan memberi dampak positif bukan hanya untuk saya, melainkan juga bagi banyak orang.

Meski telah menjadi jurnalis dan tokoh publik yang sukses, nyatanya Andy tidak pernah menjadikan materi sebagai ukuran keberhasilan. Baginya, ukuran materi tidak hanya mencelakakan, tapi juga mengerikan sebab kita cenderung tidak akan bersyukur, yang pada akhirnya membuat kita susah bahagia.

“Jangan jadikan materi sebagai ukuran sukses karena jika kita jadikan materi sebagai ukuran, perjalanan kita tidak akan selesai. Kita tidak akan melihat kesuksesan berada di genggaman tangan kita dan yang paling mengerikan adalah kita tidak akan pernah bahagia,” pesannya.

7. Banyak orang menunda untuk berbuat baik dengan sejuta alasan. Sampai kapan pun akan ada sejuta alasan lain untuk terus menunda. Lalu maut menjemput tanpa kita sempat melakukannya.

Melihat dari berbagai sosok inspiratif yang telah ia temui, Andy yakin sesungguhnya setiap orang dapat menjadi penyebar kebaikan dan berbagi dengan sesama sebab berbuat baik bukan berarti lewat materi. Justru ketulusan merupakan kebaikan yang amat berarti. Karena itu, Andy mengingatkan agar jangan menunggu waktu, apalagi menunggu kaya, untuk berbuat baik. Kebaikan yang ditunda bisa membuat kita amat menyesal karena bisa jadi nantinya kita sudah tidak punya waktu sama sekali.

“Tidak ada alasan untuk tidak berbuat baik untuk hidup ini. Kunci bahagia itu satu, berbuat baiklah ketika hati kita terketuk. Jangan menunda-nunda untuk berbuat kebaikan,” terang Andy Noya.

8. Berbagi kepada sesama tidak akan membuat kita miskin. Justru Tuhan akan melimpahkan rezeki bagi mereka yang welas asih membantu sesama.

Sejurus dengan pesan ketujuhnya, Andy mengungkapkan bahwa jangan takut miskin saat kita berbagi. Dari banyak kejadian, ia amat
percaya bahwa rezeki dari Tuhan akan datang dengan berbagai cara, bahkan yang sangat ajaib. Ketika kita berbuat baik, materi yang kita keluarkan bukannya berkurang, melainkan akan diganti dalam jumlah yang berlipat-lipat dan lewat beragam bentuk. “Berbagi itu akan membuat kita bahagia sesedikit apa pun itu,” pungkas Andy Noya. (M-1)