Program Sejuta Rumah Tetap Jalan

 

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) terus berupaya mengatasi kekurangan perumahan (backlog) khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui Prog­ram Sejuta Rumah.

Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono menyampaikan Program Sejuta Rumah terus dilaksanakan agar setiap warga negara Indonesia dapat memiliki dan tinggal di rumah yang layak huni.

Apalagi di masa pandemi covid-19, katanya, rumah menjadi salah satu hal penting bagi masyarakat agar bisa terhindar dari penularan virus.

“Program Sejuta Rumah akan tetap dilanjutkan karena rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi,” ujar Menteri Basuki dalam keterangan resminya, akhir pekan lalu.

Menurut Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PU-Pera Khalawi Abdul Hamid, Program Sejuta Rumah akan terus digenjot meskipun di tengah pandemi covid-19. “Dari data yang kami miliki per 31 Desember 2020, angka capai­an Program Sejuta Rumah menembus angka 965.217 unit rumah,” ujar Khalawi.

Capaian Program Sejuta Rumah tersebut terbagi menjadi pembangunan rumah untuk MBR sebanyak 772.324 unit dan rumah untuk non-MBR sebanyak 192.893 unit.

Adapun pembangunan rumah MBR yang dilaksanakan Kementerian PU-Pera terdiri dari rumah susun 787 unit, rumah khusus 1.575 unit, rumah swadaya 228.564 unit, dan dana alokasi khusus (DAK) 59.057 unit. Totalnya mencapai 289.983 unit rumah.

Pembangunan rumah MBR juga dilaksanakan kementerian/lembaga lain 51.136 unit, pemerintah daerah 33.925 unit, pengembang 388.639 unit, program corporate social responsibility (CSR) 3.681 unit, dan masyarakat 4.960 unit. Adapun untuk pembangunan rumah non-MBR dibangun pengembang sebanyak 178.885 unit dan masyarakat 14.038 unit.

Khalawi berharap pelaksanaan Program Sejuta Rumah dapat menggerakkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi covid-19.

“Sektor properti dapat menjadi salah satu leading sector karena memiliki multiplier effect yang besar dalam menggerakan lebih dari 140 industri, seperti material bahan bangunan, genting, semen, paku, besi, kayu, dan lainnya sehingga akan memengaruhi produktivitas masyarakat,” jelasnya.

Perlu dukungan

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti. Dia meminta Prog­ram Sejuta Rumah terus dilanjutkan.

“Pandemi covid-19 sangat memukul kita karena membuat berbagai sektor terkena dampak, tak terkecuali program pengadaan sejuta rumah untuk masyarakat. Akibat covid-19, pembangunan sejuta rumah mengalami hambatan,” katanya.

Sebagai program strategis nasional, lanjut La Nyalla, Program Sejuta Rumah perlu mendapatkan dukungan berbagai pihak, mulai pengembang, perbankan, dan industri terkait lainnya. Dengan tegas, dia mendorong agar Program Sejuta Rumah dapat terus dilanjutkan tahun ini.

“Sektor ini harus diusahakan terus berjalan meng­ingat perumahan merupakan kebutuhan yang utama bagi masyarakat dan ini dapat menjadi salah satu alternatif pemulihan. Selain menyerap tenaga kerja juga menggerakkan sektor industri terkait,” pungkasnya. (S-3)