PSBB Lagi, Indef: Pemerintah Harus Belajar dari Thailand

 

DIREKTUR Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, mengatakan pemerintah seharusnya belajar dari Thailand dalam menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Kalo mau dari awal seperti PSBB di Thailand, Pemerintah Thailand melakukan lockdown tapi benar benar tegas," kata Esther saat dihubungi, Rabu (6/1).

Baca juga: 5 Sektor Ini Terdampak PSBB Ketat Jawa dan Bali

Kasus covid di Thailand per 6 Januari 2020 sebanyak 9.331 kasus dengan angka kematian 66 orang dan pasien yang sembuh sebanyak 4.418 orang. Akibat PSBB yang terus berjilid, kebijakan tersebut dinilai tidak lagi genting, membuat masyarakat cenderung abai.

"Masyarakat sekarang cenderung abai. Sementara pemerintah juga mengeluarkan kebijakan hanya setengah hati," ucapnya.

Dirinya juga menilai penerapan PSBB secara ketat di wilayah Jawa-Bali pada 11-25 Januari tidak akan efektif.

"PSBB tidak akan efektif, masyarakat tetap akan keluar rumah. Bilang PSBB, tapi tidak ada tindakan tegas untuk yg melanggar," ucapnya.

Menurutnya kebijakan tersebut justru sangat merugikan masyarakat dan konsekuensinya sangat besar. "Karena pemerintah juga tahu konsekuensi yang harus ditanggung jika PSBB ketat. Ekonomi mandeg, dana APBN untuk PEN juga terbatas," katanya.

Saat ini, pemerintah harus fokus pada peningkatan sektor lain untuk menunjang perekonomian di tengah krisis. Sektor pariwisata pada awal Januari ini belum menjadi titik balik untuk bangkit mengingat kasus positif yang masih banyak.

"Saat ini bukan saatnya untuk menggiatkan sektor pariwisata. Sebaiknya fokus pada sektor lainnya seperti pertanian, perdagangan, manufaktur," pungkasnya. (OL-6)