PSG Dibayangi Hantu Remontada Saat Hadapi Barcelona

 

KENANGAN buruk di Liga Champions musim 2016-2017 menghantui Paris Saint-Germain (PSG) saat menjamu Barcelona di leg kedua babak 16 Besar Liga Champions di Parc des Princes, Kamis (11/3) dini hari. Kampiun Ligue 1 Prancis itu tidak ingin mengulang salah satu tragedi terbesar dalam sejarah klub itu.

Saat itu, PSG berpeluang besar lolos ke perempat final setelah menang 4-0 di leg pertama. Namun, Les Parisiens, julukan PSG harus gigit jari gagal lolos setelah pada leg kedua kalah telak 1-6. Tersingkirnya PSG kala itu dikenal dengan istilah remontada.

Musim ini, PSG kembali dihadapkan pada situasi serupa. Di leg pertama, PSG menang 4-1 dan hanya butuh hasil imbang di leg untuk lolos. Bukan tidak mungkin kenangan pahit empat tahun silam menjadi momok pemaina PSG untuk lolos dari hadangan Barcelona kali ini.

Namun, pelatih PSG Mauricio Pochettino menegaskan dirinya enggan dibayangi ketakutan atas hantu remontada. Bagi Pochettino yang terpenting adalah para pemainnya tetap fokus dan efisien.

"Saya tidak dikondisikan oleh apa yang terjadi di masa lalu, maupun punya ikatan emosi atas hal tersebut. Kami harus memainkan pertandingan ini dengan fokus penuh, seperti di leg pertama, kami harus menyerang dan berusaha memenangi pertandingan," ujarnya  dikutip dari laman resmi PSG, Selasa (9/3).

Pochettino ingin para pemainnya melupakan sejenak bekal keunggulan 4-1 di leg pertama dan memasuki pertandingan dengan mentalitas bahwa skor masih 0-0. "Masih ada 90 menit untuk dimainkan dan Anda harus tetap konsisten. Yang terpenting adalah tetap fokus, efisien dan memilih pendekatan yang tepat," katanya.

"Bagi kami, pertandingan dimulai dalam keadaan 0-0 dan kami harus menang untuk meloloskan diri. Itu pola pikir terbaik yang bisa kami miliki," imbuh Pochettino. (Ant/OL-15)