PSSI Janji Ajak Bicara Pemain Soal Pemotongan Gaji

 

PSSI berjanji akan mendiskusikan mendiskusikan pemotongan gaji di tengah pandemi virus korona dengan pemain Liga 1 dan 2 musim 2020.

Menurut Wakil Ketua Umum PSSI Cucu Somantri mengatakan,  saat ini dialog tidak mudah dilakukan karena menyebarnya korona di Tanah Air.

Meski demikian, Cucu memastikan bahwa PSSI ingin menyelesaikan semuanya dengan baik.

“Nanti akan kami undang untuk membicarakannya bersama. Saya rasa pemain pun menyadari kesulitan klub saat ini,” kata dia dikutip dari Antara, Jumat, (12/4).

Federasi Internasional Asosiasi Pesepak Bola Profesional (FIFPro) melayangkan surat kepada PSSI untuk  mempertanyakan kebijakan induk sepak bola nasional itu yang mempersilakan klub-klub Liga 1 dan 2 musim 2020 menggaji pemainnya maksimal 25% selama Maret-Juni 2020. Alasannya, pandemi menyebabkan kompetisi terhenti.

Pemangkasan itu ada dalam Surat Keputusan PSSI bernomor 48/SKEP/III/2020, yang ditandatangani Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan pada 27 Maret.

FIFPro, dalam surat bertanggal 4 April 2020 yang ditandatangani Direktur Legal Roy Vermeer, meminta penjelasan PSSI mengapa keputusan tersebut dikeluarkan tanpa berdiskusi dengan pemain melalui asosiasi pemain domestik yang dalam hal ini adalah Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI).

“Pemangku kepentingan yang paling terpengaruh dengan keputusan PSSI ini tidak diikutsertakan dalam diskusi dan ini tidak sejalan dengan praktik di tingkat internasional, di mana FIFPro selalu berdialog dengan FIFA dan AFC. Oleh karena itu kami tidak dapat menerima langkah ini,” tulis FIFPro.

FIFPro pun meminta PSSI untuk segera menindaklanjuti situasi tersebut. APPI, lanjut FIFPro, harus diajak berkomunikasi untuk menemukan jalan keluar terbaik bagi semua stakeholder terkait termasuk para pemain.

Menanggapi surat FIFPro tersebut, Cucu mengatakan bahwa hal itu hanya soal komunikasi.

“Itu masalah komunikasi saja. Dalam situasi sekarang, komunikasi terbatas,”  pungkasnya. (OL-8).