Publik Percaya Jokowi Mampu Atasi Pandemi

 

PANDEMI covid-19 masih menghantui Indonesia karena kurva pertumbuhan kasus positif terus meningkat. Namun, publik masih percaya bahwa Presiden Joko Widodo mampu mengatasi persoalan ini.

Direktur Eksekutif Survei Indometer Leonard SB mengatakan pandemi juga berdampak pada anjloknya perekonomian nasional. Akan tetapi, masyarakat meyakini Presiden Jokowi juga mampu mengatasi resesi. Sebanyak 74,4% responden percaya Jokowi mampu mengatasi pandemi dan resesi dan hanya 21,2% yang tidak percaya dan tidak tahu/tidak jawab sebanyak 4,4%.

Survei Indometer dilakukan pada 25 September-5 Oktober 2020 melalui sambungan telepon kepada 1.200 responden dari seluruh provinsi yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error sebesar 2,98% pada tingkat kepercayaan 95%.

Selain soal pandemi, survei Indometer juga menyasar soal elektabilitas calon presiden pada 2024. Elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam kurun waktu tiga bulan masih belum terkalahkan. Namun, elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo makin mendekati Prabowo.

“Temuan survei Indometer menunjukkan elektabilitas Prabowo bertengger di angka 16,8%, melemah dari survei pada Juli 2020 sebesar 17,6%, sedangkan Ganjar naik dari 15,4% menjadi 16,5%, menyisakan selisih tipis 0,3% dengan Prabowo,” imbuh Leonard SB.

Pada posisi berikutnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sama-sama mengalami penurunan
elektabilitas. Kang Emil turun dari 11,3% menjadi 10,6%, sedangkan Anies lebih dalam turunnya dari 10,1% menjadi hanya 8,9%.

“Prabowo dan Ganjar Pranowo bersaing ketat sebagai capres 2024. Sementara itu, Ridwan Kamil dan Anies berpotensi kuat menjadi calon wakil presiden.”

Menurut Leonard, figur Prabowo dan Ganjar merepresentasikan koalisi dua partai politik besar yang sedang berkuasa saat ini, yaitu PDIP dan Gerindra.

“Masalahnya, apakah PDIP akan mengusung Ganjar ataukah mendorong Puan Maharani pada 2024. Kenaikan elektabilitas Ganjar tidak bisa dilepaskan dari posisinya sebagai Gubernur Jawa Tengah,” imbuh Leonard. (Ant/P-1)