Putri Tanjung: Mematahkan Stigma

 

TERNYATA sosok entrepreneur muda, Putri Tanjung, 24,pernah mengalami perundungan (bullying). Ia mengaku pernah mengalami pengalaman buruk tersebut saat masih kecil lantaran predikat yang disandangnya sebagai anak pengusaha terkenal, yakni Chairul Tanjung.

Stigma anak pengusaha tersebut sering membuat dirinya diremeh­kan teman-teman sebaya yang menganggapnya tidak bisa berbuat apa-apa.

“Gue sempet di-bully. Waktu kecil itu gue sempet di-bully karena gue tinggi dan gendut. Terus gue kan anak seorang pengusaha, terus gue sering di-cengcengin gitu lo. ‘Ah, anak pengusaha kan enggak bisa apa-apa’,” ungkap Putri saat menjadi narasumber dalam podcast The Soleh Solihun Interview, Senin (26/10).

Rasa kesal karena sering mengalami perundungan tak lantas mengecilkan hati Putri. Ia pun bertekad untuk mematahkan seluruh stigma yang sering orang pasangkan kepadanya.

“Gue sempet marah karena kesel kan digituin. Akhirnya sempet mikir, gimana ya caranya supaya gue bisa membuktikan ke diri gue sendiri, nih, bahwa gue juga bisa melakukan sesuatu kok,” jelas pengusaha yang diangkat sebagai stafsus Presiden Joko Widodo pada 2019 itu.

“Akhirnya gue ikut organisasi. Di organisasi itu gue diutus oleh kepala sekolah gue untuk bikin event. Dari situ gue mulai jatuh cinta sama event,” imbuh Putri yang menempuh pendidikan di Academy of Arts, San Fransisco, Ame­rika Serikat.  “Gue bersyukur, ya, melewati itu karena itu yang bikin gue jadi lebih kuat. Jadi, waktu gue ngejalani usaha awal-awal tuh, gue jadi ngerasa lebih strong.”

Creativepreneur

Bakat Putri sebagai pengusaha mulai terlihat ketika sebuah ide kreatif berhasil ia wujudkan. Ketika itu, Putri mengaku sedang ingin menonton sebuah ajang kewirausahaan yang dikonsep secara milenial dan kekinian di Indonesia. “Gue tuh pengin banget nonton event kewirausahaan, yang event-nya itu ngasih pencerahan, tapi dura­sinya enggak lama, dikonsepnya juga dengan benar. Gue enggak pengin event itu seperti seminar gitu,” terang perempuan bernama lengkap Putri Indahsari Tanjung tersebut.

Ia tak kunjung menemukan event yang dicarinya hingga akhirnya Putri pun memutuskan untuk meng­ini­siasi sendiri ide untuk membuat acara kewirausahaan sesuai dengan ide yang ia konsepkan, ‘untuk anak muda (milenial)’.

“Belum banyak acara seperti itu. Daripada gue bingung nyari, ya akhirnya gue bikin langsung aja. Awalnya Creativepreneur tuh gitu, dari keresahan gue. Gue pengin banget nonton acara yang ngasih tahu gimana jadi seorang peng­usaha, tapi dengan cara yang menyenangkan, dengan cara yang anak muda,” sambung Putri menjelaskan awal mula pendirian platform Creativepreneur yang mengangkat namanya.

Karier bisnis Putri sebagai peng­usaha pun tak semulus yang dibayangkan orang. Ia mengaku sering mengalami kegagalan. Namun, ia menganggap kegagalan sebagai sebuah pembelajaran yang akan mendewasakan dirinya ketika berkiprah sebagai pengusaha.

“Sampai sekarang pun masih sering gagal gue. Gagal tuh makanan sehari-hari, ya, kalau untuk pengusaha. Maksudnya pasti ada ide lo yang enggak diterima, ada yang enggak berhasil. Tapi dari kegagalan itu, ya, kita belajar,” ujarnya.

“Karena pengusaha itu sahabatnya adalah kegagalan, yang penting lo harus belajar dari kegagalan itu,” pungkas Putri. (H-3)