Ramadan, Warga Pulau Kojadoi Fokus Menenun Sarung Buton

WARGA Desa Kojadoi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, menghabiskan waktu saat Ramadan dengan fokus menenun sarung.

Warga bisa menyelesaikan satu sarung hanya dalam waktu tiga hari. Sebelum puasa, biasanya menenun satu sarung buton butuh waktu hingga tujuh hari.

"Puasa begini kita mau buat apa juga? Kita tidak masak, tidak urus tamu dan lainnya. Jadi, saya fokus menenun sarung. Jadi, dalam tiga hari itu, saya sudah bisa menghasilkan satu sarung. Hampir semua ibu di sini lebih banyak di rumah untuk menenun sarung buton, " ujar Suciati, Minggu (18/4).

Warga lain, Kurniati, mengatakan selama Ramadan mereka diberi waktu yang lebih banyak untuk bekerja seperti menenun sarung buton. "Selama saya kerja sarung ini, saya tidak merasa lapar atau haus. Mungkin karena fokus menenun sarung, " ucap dia.

Di desa itu, hampir semua ibu rumah tangga di Desa Kojadoi ini bekerja sebagai penenun. Ditambah lagi penduduk di Desa Kojadoi itu 100% beragama Islam.

"Jadi, menenun sudah jadi warisan, diturunkan leluhur dari masa ke masa dan hingga kini masih tetap dirawat oleh kita," pungkasnya. (GL/H-2)