Rem Promosi, Bangun Infrastruktur Wisata

 

EKONOM senior Faisal Basri meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno untuk tidak gencar dalam mempromosikan pariwisata saat ini. Pasalnya, kasus covid-19 di Tanah Air masih tinggi dengan total kasus 758 ribu lebih.

“Tolong Pak Sandiaga, jangan promosi pariwisata dulu. Siapkan infrastruktur yang pokok sehingga pascacovid-19 sektor pariwisata lebih cepat pemulihannya,” ungkap Faisal dalam webinar bertajuk Vaksin untuk Kebangkitan Pariwisata Indonesia, kemarin.

Faisal mengungkapkan penambahan pasien covid-19 menyentuh angka 7.000 per hari di Indonesia. Dia menegaskan seharusnya pemerintah fokus pada penanganan penyakit menular terlebih dahulu dan terus melanjutkan pemberian bantuan atau stimulus, seperti meningkatkan bantuan sektor pariwisata ke pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan pelaku ekonomi kreatif yang terdampak covid-19.

“Bantuan itu harusnya buat UMKM di sektor pariwisata, hotel yang terdampak. Kelas menengah atas bisa disiplin karena dia punya tabungan. Jadi pahami ini,” kata Faisal.

Sebelumnya, Menparekraf Sandiaga mengajak wisatawan Nusantara untuk berkunjung dan berwisata ke destinasidestinasi yang ada di Tanah Air, terutama ke kawasan Danau Toba yang merupakan salah satu dari lima destinasi superprioritas (DSP).

“Saya ingin mengajak wisatawan domestik untuk datang ke Danau Toba. Bangga buatan Indonesia, bangga berwisata di Indonesia, dan viralkan hashtag Di Indonesia Saja, sehingga 2021 kita bisa bangkit dan kita bisa pulihkan kehidupan bangsa kita,” kata Sandiaga.

Selain mendesak perbaikan infrastruktur wisata, Faisal juga mengingatkan pemerintah untuk tidak hanya mengandalkan pelaksanaan vaksinasi covid-19 dalam memulihkan dan membangkitkan perekonomian di sektor pariwisata. Disiplin dalam pelaksanaan protokol kesehatan dan 3T, yakni testing, tracing, dan treatment, masih menjadi cara ampuh dalam menekan penyebaran virus menular tersebut.

“Menangkal penyebaran virus itu harus ditangani sedemikian cepat. Pengendalian virus dengan testing dan contact tracing jadi utama. Walaupun kita berharap banyak, jangan mengandalkan pada vaksin,” ungkapnya. (Ins/E-3)