Saat Tepat untuk Meminta

 

PERINTAH berpuasa diucapkan berkali-kali dalam Alquran. Terdapat sejumlah riwayat yang menjadi alasan mengapa Allah menyariatkan umat Islam untuk berpuasa.

Ustaz Abdul Muta'ali Lc menyampaikan, riwayat pertama dicukil saat turunnya surah Al-Mu'minun ayat 1-11. Kala itu, ujar Abdul, Allah SWT berkata kepada Rasulullah SAW, ada enam syarat yang harus dipenuhi umatnya apabila ingin masuk ke dalam surga firdaus, yakni tempat kita bisa melihat wajah-Nya.

Sejumlah syarat yang harus dipenuhi ialah orang yang bisa menjaga kekhusyukan salatnya, membayar zakat, menjaga kehormatan dirinya, dan mampu menjadi pemimpin yang amanah.

Saat turun ayat tersebut, ungkap Abdul, Rasulullah merundukkan wajahnya karena ada dua syarat yang tidak dapat dipenuhi umatnya, yakni membayar zakat dan mampu menjadi pemimpin yang amanah.

"Karena tidak semua umat Rasulullah merupakan orang yang mampu berzakat dan menjadi pemimpin," kata Abdul saat memberikan Kultum Tarawih, Jumat (16/4) malam, yang disiarkan di kanal Youtube Masjid Al-Ihsan Graha Cinere.

Lantas, karena kecintaannya kepada umatnya, Rasulullah SAW meminta kepada Allah agar semua umatnya dapat melihat wajah Allah di level surga mana pun.

"Sehingga Allah turunkan surah Al-Baqarah ayat 185. Dikatakan di situ bahwa semua umat Rasulullah bisa dalam surga level mana pun, umat Rasulullah bisa melihat wajah Allah apabila mereka berpuasa. Inilah bulan yang penuh berkah. Kita bisa melihat wajah Allah. Karenanya harus dimaksimalkan," tuturnya.

 

Bersungguh-sungguh

Riwayat kedua perintah syariat puasa terjadi ketika ada permohonan Rasulullah yang tidak dikabulkan Allah. Rasul memohon agar selama 11 bulan penuh umatnya tidak bercerai- berai.

Namun, ini menjadi permintaan Rasulullah yang tidak kunjung dikabulkan Allah. Hingga saat datang awal Ramadan bertepatan dengan diraihnya kemenangan umat Islam dalam Perang Badar.

"Permohonan tersebut dikabulkan. Semua umatnya bersatu merayakan kemenangan Perang Badar dengan beriktikaf di Masjid Nabawi," ungkapnya.

Melihat riwayat Nabi tersebut, Abdul mengingatkan kepada umat muslim untuk terus berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh di bulan Ramadan.

"Doa itu dikabul di bulan Ramadan. Maka pasrahkan di Ramadan ini. Nabi saja selama 11 bulan meminta umatnya untuk bersatu dan selalu ditolak, saat Ramadan akhirnya permohonannya dikabulkan Allah," pungkasnya. (H-2)