Saatnya Menangguk Devisa dari Bunga

 

MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak petani dan warga untuk melirik potensi tanaman florikultura. “Tanaman hias, bunga, memiliki potensi ekspor cukup tinggi.”

Demi menggugah minat terhadap tanaman hias, Mentan menghadiri Ekspose Inovasi Tanaman Hias di Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kemarin. “Acara ini sangat penting sejalan dengan upaya pemerintah mendorong ekspor komoditas unggulan sebagai sumber devisa,” tegasnya.

Ia menambahkan tanaman tropis mulai disukai pasar internasional. Ini peluang bagi petani.

Indonesia, lanjutnya, memiliki kekayaan genetik fl orikultura yang terbesar di dunia. “Kita punya berbagai tanaman hias yang sangat khas. Tanaman-tanaman hias khas Indonesia ini diminati hampir seluruh negara di dunia.”

Ia mengakui pengembangan industri fl orikultura memerlukan dukungan inovasi secara berkelanjutan berupa varietas unggul baru dan teknologi pendukung. “Inovasi teknologi untuk meningkatkan kapasitas produksi dan peningkatan daya saing.”

Di tempat yang sama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Fadjry Jufry menambahkan hingga saat ini pihaknya telah menghasilkan 268 varietas unggul baru tanaman hias. Terdiri atas krisan, anggrek, lili, anthurium, mawar, gladiol, gerbera, tapeinochilus, zingiber, alpinia, anyelir, sedap malam, dan impatiens.

Inovasi teknologi lainnya yang sudah dilakukan ialah teknologi perbanyakan benih tanaman hias secara in vitro, massalisasi benih anggrek melalui teknologi embriogenesis somatik berbasis bioreaktor, teknologi night break, pemupukan, dan pengendalian hama atau penyakit secara terpadu. “Varietas Puspita Nusantara telah diekspor ke Jepang, Jeddah, dan
Kuwait,” bebernya.

Masih di sektor pertanian, dari Jawa Tengah dilaporkan kisruh pupuk di berbagai sentra pertanian telah mereda. Kelangkaan sudah teratasi dengan penambahan jumlah pupuk bersubsidi yang disalurkan untuk petani. “Ada penambahan sebanyak 15 ribu ton sehingga ada sisa stok 17 ribu ton yang akan digunakan untuk jatah November dan Desember,” kata Plt Kepala Dinas Pertanian Grobogan Sunanto. (BB/BK/AS/N-3)