Saatnya Mengangkat Potensi Wisata Desa

 

KEGELISAHAN Endut Suratman sedikit terobati dengan kedatangan Muhammad Tirta dan kawan-kawannya. Semangat Endut untuk mengembangkan desanya menjadi kawasan wisata pun semakin berkobar.

Endut ialah KEPALA DESA Mekarwangi, di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Wilayah ini berada di lereng Gunung Rakutak, dengan posisi berada di ketinggian 980 meter di atas permukaan laut.

Endut yang menjabat sejak 2019 itu berusaha mengembangkan potensi yang dimiliki desanya. Salah satunya, ia melihat posisi geografis Desa Mekarwangi yang berada di atas ketinggian dan berhawa sejuk bisa menjadi kunjungan wisata.

Apalagi, ketika tiba di puncak Bukit Cipogor, pemandangan indah terhampar dari sana. “Bukit ini belum terkonsep untuk dijadikan sebagai kawasan wisata,” aku Endut.

Saat ini untuk menuju bukit itu, hanya tersedia jalan tanah setapak. Jalan itu hanya bisa dilalui sepeda motor. Dari desa, jaraknya 1 kilometer dan menanjak.

Jalanan itu berliku, meliuk-liuk, mengikuti satu-satunya jalur yang ada. Namun, perjuangan dan kelelahan itu terbayarkan setelah berada di puncak Bukit Cipogor. Sekelilingnya ialah perkebunan jagung.

Pegiat wisata

Awal pekan ini, Bukit Cipogor dikunjungi sejumlah pegiat wisata dengan koordinator Muhammad Tirta. Mereka ini sengaja datang ke sejumlah objek wisata di Tanah Air untuk mencari dan mengembangkan objek wisata baru.

“Mekarwangi sangat potensial menjadi daerah tujuan wisata. Selain memiliki Bukit Cipogor dengan keindahannya, ada kekhasan desa yang banyak dicari wisatawan khususnya dari kota,” ujar Tirta.

Desa ini memiliki sejumlah keuntungan. Tidak sulit menjangkau Mekarwangi karena hanya butuh waktu 10 menit dari Jalan Raya Majalaya. Pemandangan sepanjang jalan sangat indah, khas perdesaan, dengan sawah dan kebun yang terhampar luas. Ada juga persawahan berundak mirip subak di Bali.  

“Kearifan lokal warga Mekarwangi bisa menjadi salah satu daya tarik wisata. Perpaduan hawa sejuk, keramahan warga perdesaan, dan pemandangan yang indah akan membuat pengunjung betah dan mungkin memutuskan untuk bermalam,” tambah Tirta.

Daya tarik lain ialah sifat kegotongroyongan warga yang masih terpelihara, kuliner khas, serta adanya komunitas warga yang membuat kerajinan.

Namun, Tirta mengakui ada masalah besar yang harus dibenahi. “Masyarakatnya belum siap karena belum memiliki konsep untuk menjadikan daerah tersebut sebagai tujuan wisata. Karena itu, perlu membuat peta jalan, agar mereka sadar bahwa desanya ini memiliki potensi wisata,” tandas Tirta.

Ia pun berjanji akan lebih sering berada di Desa Mekarwangi. Ia akan memacu semangat masyarakat khususnya generasi muda dalam untuk  mengembangkan potensi wisata. (Bayu Anggoro/N-2)