Saatnya Menindak Warga Bandel

 

KOTA Cimahi menjadi salah satu daerah di Bandung Raya, Jawa Barat, yang akan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), mulai Rabu (22/4). Wali Kota Ajay M Priatna bersiap untuk tegas terhadap warganya. “Tipikal orang Cimahi sangat sulit mematuhi aturan. Beberapa kali inspeksi, kami masih menemukan warga yang berkerumum, tidak peduli wabah dan tempat usaha yang melanggar aturan,” ujarnya, kemarin.

Di Kota Bandung, warga sudah sepi. “Tapi di Cimahi, masih ramai. Seperti tidak ada apa-apa,” tambahnya.

Karena itu, Ajay mengaku akan bertindak tegas. Ia tidak akan main-main dalam menerapkan aturan.

“Kita bikin aturan bukan untuk dinegosiasikan, dimusyawarahkan dengan masyarakat. PSBB harga mati,” tegasnya.

Cimahi juga menjadi salah satu daerah yang muram karena korona. Tiga pasien positif meninggal, 30 pasien positif dirawat, 31 pasien dalam pengawasan, dan 251 ­orang dalam pemantauan (ODP).

Ajay tidak sendiri. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga menyimpulkan kesadaran warga Kota Semarang untuk menerapkan jarak sosial juga masih rendah. “Di jalanan, warung makan, kafe, hingga perkampungan, masyarakat masih banyak yang berkerumun dan duduk berdekatan tanpa memakai masker,” ujarnya.

Setiap hari Ganjar berkeliling dengan sepedanya. Setiap hari juga mantan anggota DPR RI itu harus menegur warga yang berkerumun. “Mas kok ijeh ngeyel (mas kok masih bandel), tadi saya bilang jaga jarak, sampeyan masih saja bergerombol. Ayo saiki geser (ayo sekarang geser),” teriakan Ganjar yang seperti itu sering terdengar.

Bupati Klaten, Sri Mulyani juga masih mendapati kerumunan warga di sejumlah lokasi. Karena itu, ia meminta patroli bersama yang dilakukan TNI dan Polri tegas membubarkan mereka.
“Kerumunan warga akan mempersulit upaya memutus rantai penularan korona. Demi warga, kerumunan harus selalu dibubarkan,” tegasnya.

Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di Purbalingga, Jawa Tengah, juga harus bertindak tegas, saat berpatroli di Kelurahan Kalikabong, Kecamatan Kalimanah, kemarin. Mereka mendapati kerumuman yang dilakukan sejumlah remaja. Tidak hanya sekadar berkumpul, mereka juga berpesta minuman keras.

PSBB

Pekan ini, PSBB juga akan diberlakukan di Sumatra Barat. Gubernur Irwan Prayitno memastikan hanya pedagang sembako dan apotek yang boleh beroperasi di wilayahnya.

“Tempat wisata, mal, dan tempat umum lainnya harus ditutup. Kendaran yang beroperasi dibatasi dan jam malam berlaku pukul 22.00 WIB,” ungkapnya.

PSBB berlaku selama 14 hari. Setelah itu akan dievaluasi untuk diperpanjang atau tidak. “Sosialisasi PSBB sudah dilakukan melalui media sosial, media massa, dan juga papan reklame,” tandasnya.

Polda Sulawesi Selatan juga mulai bersiap, karena PSBB akan diberlakukan di Kota Makassar mulai Jumat (24/4). “Satu dua hari, kami menggelar sosialisasi. Setelah itu ada penindakan bagi warga yang melanggar aturan PSBB,” tegas Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo.
Polisi akan menguatkan pemeriksaan di 6 posko perbatasan dan 15 posko dalam kota. “Salah satu sanksi bagi pelanggar ialah hukuman satu tahun penjara.” (HT/JS/LD/YH/LN/TJ/AT/DW/HI/AU/N-2)